Pembelajaran Berbasis Pengalaman Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa

  • 20 Mei 2026 17:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning dinilai semakin penting diterapkan di perguruan tinggi untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan perkembangan industri digital. Dalam pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerima pembelajaran teoretis di ruang kelas, tetapi juga didorong terlibat langsung dalam berbagai aktivitas praktik, eksplorasi ide, hingga penyelesaian persoalan nyata.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM), Dr. Andi Tri Adrianto, S.E., M.M., mengatakan kebutuhan dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan. Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan menyelesaikan masalah.

“Mahasiswa perlu diberikan tantangan, ruang eksplorasi, dan pengalaman langsung. Proses pendidikan menjadi lebih hidup dan bermakna,” ujarnya dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Semarang.

Menurutnya, pengalaman praktik selama masa kuliah dapat membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu secara nyata. Hal ini sekaligus dapat membangun keterampilan komunikasi, kreativitas, kerja sama tim, dan kepercayaan diri.

Ia menilai pendekatan experiential learning juga menjadi jawaban atas berkembangnya pandangan di media sosial yang menganggap kuliah tidak lagi relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi, kata dia, perlu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih aplikatif dan sesuai perkembangan zaman.

Sejumlah kegiatan berbasis pengalaman kini mulai banyak diterapkan di lingkungan kampus, seperti penyusunan proposal kreativitas mahasiswa, pelatihan kewirausahaan, pengembangan konten digital kreatif, hingga kolaborasi proyek sosial dan industri. Selain melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis, kegiatan tersebut juga membantu mahasiswa mengasah keterampilan digital dan komunikasi visual yang semakin dibutuhkan di era teknologi saat ini.

Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman juga dinilai mampu membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pelajar SMA/SMK maupun masyarakat luas. Hal ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui metode tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Akan tetapi, juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....