Jelang Iduladha, Panitia Kurban Dibekali Teknik Penyembelihan Hewan Standar ASUH

  • 19 Mei 2026 18:23 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tekankan Standar ASUH Jelang Iduladha, Panitia Kurban Dibekali Teknik Penyembelihan

RRI.CO.ID, Pekalongan - Menjelang Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bergerak memperkuat kesiapan panitia kurban dengan menggelar bimbingan teknis penyembelihan hewan kurban. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, kegiatan itu digelar di aula lantai 2 kantor DKPP, Selasa, 19 Mei 2026, dengan menekankan pentingnya standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Sekitar 50 perwakilan takmir masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dibekali pemahaman mulai dari pemilihan hewan kurban, pemeriksaan kesehatan, proses penyembelihan, hingga penanganan dan distribusi daging agar kualitas tetap terjaga saat diterima masyarakat.

Medik Veteriner DKPP Kabupaten Pekalongan, Mu’tasim Billah mengatakan, bimtek tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman panitia kurban agar proses penyembelihan dilakukan secara benar dan sesuai syariat.

“Harapannya, dengan adanya bimtek ini, para panitia menjadi lebih paham dalam penanganan hewan kurban. Mulai dari pemilihan hewan, memastikan kesehatannya, proses penyembelihan, hingga penanganan daging kurban,” ujarnya.

Menurutnya, pemenuhan syarat hewan kurban menjadi perhatian utama, termasuk kecukupan umur, kondisi kesehatan, dan bebas dari cacat. Selain itu, proses pasca-penyembelihan juga dinilai penting agar daging yang dibagikan kepada masyarakat tetap memenuhi standar konsumsi yang layak.

“Sehingga nanti daging yang dihasilkan benar-benar dalam kondisi ASUH,” tambahnya.

Dalam kegiatan itu, narasumber internal DKPP, Mu’tasim Billah mengingatkan, Pentingnya memperlakukan hewan kurban secara baik dan penuh ihsan sebelum proses penyembelihan dilakukan. Selain itu, distribusi daging diminta dilakukan secepat mungkin agar kualitas tetap terjaga hingga sampai ke tangan masyarakat.

"Artinya, hewan itu diperlakukan sebaik mungkin, seperti memperlakukan manusia, Harapannya daging bisa segera tersampaikan ke masyarakat, supaya kualitasnya tetap baik,” katanya.

Salah satu peserta bimtek, Bahrun, menilai kegiatan tersebut sangat membantu panitia kurban memahami proses penyembelihan secara menyeluruh, termasuk pengemasan dan distribusi daging. “Kegiatan ini sangat penting, karena kita diberi pengarahan mulai dari penyembelihan sampai pengemasan dan pembagian ke masyarakat, jadi kita lebih tahu,” ungkapnya.

Ia juga mengaku mendapat wawasan baru terkait perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih. Menurut Bahrun, pendekatan yang manusiawi terhadap hewan kurban masih belum banyak dipahami masyarakat.

“Harapannya ke depan, supaya ada kegiatan seperti ini lagi, sehingga masyarakat lebih tahu tentang penyembelihan yang sesuai secara agamis,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....