Cetak Generasi Berkarakter, Purworejo Siapkan Ratusan Pembina Pramuka

  • 14 Mei 2026 22:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Kabupaten Purworejo menyiapkan ratusan pembina pramuka untuk mendukung pembentukan generasi muda yang unggul dan berkarakter melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti 211 peserta tersebut dibuka di Auditorium Kasman Singodimejo, Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), Kamis, 14 Mei 2026.

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Purworejo menyelenggarakan pelatihan tersebut sebagai pendidikan dasar bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka agar memiliki kompetensi dan legalitas sebagai pembina. KMD dijadwalkan berlangsung hingga 19 Mei 2026 dengan lokasi pelatihan di kampus UMPWR dan Lapangan Garnisun Purworejo.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Orang Dewasa Kwarcab Purworejo, Titik Mintarsih mengatakan, KMD bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip dasar kepramukaan, metode pendidikan, hingga sistem among dalam pembinaan peserta didik. “Harapannya peserta mampu membina peserta didik dengan benar dan menciptakan generasi yang unggul, sehat, produktif, peduli, dan berkarakter,” ujarnya.

Dari total 211 peserta, sebanyak 43 orang merupakan peserta laki-laki dan sisanya perempuan. Mayoritas peserta berasal dari Program Studi PGSD UMPWR, sementara lainnya merupakan peserta umum dari luar kampus yang dibagi dalam tiga kelas pelatihan.

Titik menjelaskan, pembina pramuka wajib memiliki ijazah KMD dan sertifikat Narakarya Dasar sebagai syarat legalitas. Menurutnya, masih banyak pembina di gugus depan yang belum memiliki kompetensi dasar sehingga pembinaan siswa belum berjalan optimal.

“Materi pelatihan meliputi orientasi, penguatan, penerapan, hingga pengukuhan. Peserta juga mengikuti praktik lapangan seperti upacara, teknik kepramukaan, simulasi membina, dan perkemahan dua hari satu malam lengkap dengan api unggun,” jelasnya.

Pelatih Pusdiklatnas Gerakan Pramuka, Mulyono menambahkan, KMD menjadi fondasi penting untuk mencetak pembina satuan berkualitas. Baik bagi golongan siaga, penggalang, penegak, maupun pandega.

Setelah menyelesaikan pelatihan tatap muka, peserta diwajibkan mengikuti Narakarya Dasar selama enam bulan di gugus depan atau sekolah yang ditentukan. Dalam tahap tersebut, peserta harus melakukan praktik pembinaan minimal 12 kali pertemuan sebelum resmi menjadi pembina pramuka.

Sementara, Ketua Panitia KMD Penggalang UMPWR 2026, Nida Alfia menyebut kegiatan ini penting bagi mahasiswa PGSD karena berkaitan langsung dengan kebutuhan kompetensi saat menjadi guru di sekolah. “Mahasiswa perlu memiliki kompetensi dan legalitas sebagai pembina,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno mengapresiasi pelaksanaan KMD. Kegiatan ini menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas pembina pramuka di sekolah.

“Pramuka masih sangat diminati siswa dan menjadi sarana penting pembentukan karakter. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar Gerakan Pramuka tetap hidup dan berkembang di Purworejo,” ungkapnya. (Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....