Puluhan Ribu Umat Siap Hadiri Waisak, Ekonomi Borobudur Terkerek
- 14 Mei 2026 10:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 diprediksi menjadi berkah ekonomi bagi kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Sedikitnya 23 ribu umat Buddha dari berbagai daerah telah terdaftar untuk mengikuti rangkaian Waisak, dengan jumlah pengunjung diperkirakan terus bertambah hingga puluhan ribu orang.
Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hingga pertengahan Mei 2026, peserta tercatat datang dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Banten, hingga Jawa Tengah yang menjadi penyumbang peserta terbanyak.
"Biasanya pada hari H masih banyak yang datang langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah hampir 10 ribu orang lagi,” kata Tanto saat audiensi dengan Gubernur Jateng, Kamis 14 Mei 2026.
Lonjakan kedatangan wisatawan dan umat Buddha itu mulai berdampak langsung terhadap geliat ekonomi masyarakat sekitar Borobudur. Hotel, homestay, hingga penginapan milik warga dilaporkan hampir penuh jauh sebelum puncak acara berlangsung.
Tak hanya sektor penginapan, perputaran ekonomi juga diperkirakan meningkat di sektor kuliner, transportasi, hingga usaha mikro masyarakat. Warung makan, restoran, serta pelaku usaha lokal diprediksi ikut merasakan dampak positif dari membludaknya pengunjung selama momentum Waisak.
Menurut Tanto, libur panjang akhir Mei turut menjadi faktor yang membuat Waisak 2026 diperkirakan lebih ramai dibanding tahun sebelumnya. Kondisi itu dinilai semakin memperbesar potensi pergerakan ekonomi di kawasan wisata religi terbesar di Indonesia tersebut.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran agenda nasional itu. Ia menyebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dijadwalkan kembali hadir dalam rangkaian perayaan Waisak di Borobudur.
Rangkaian kegiatan Waisak sebenarnya telah dimulai sejak awal Mei, namun agenda besar akan berlangsung pada 23–24 Mei melalui bakti sosial kesehatan gratis dengan target melayani sekitar 10 ribu pasien. Setelah itu, ritual sakral pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan, dan Air Berkah di Umbul Jumprit akan menjadi bagian penting menuju puncak perayaan.
Salah satu perhatian utama tahun ini adalah perjalanan spiritual para Bhikkhu Thudong yang berjalan kaki dari Bali menuju Borobudur sejauh sekitar 660 kilometer. "Tahun ini ada 60 bhikkhu yang ikut, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 lokal,” katanya.
Puncak perayaan Waisak akan berlangsung pada 31 Mei 2026 di kawasan Candi Borobudur. Prosesi dimulai dari Candi Mendut menuju Borobudur, dilanjutkan detik-detik Waisak pada pukul 15.44 WIB, pelepasan lampion perdamaian, hingga pertunjukan sendratari pada malam hari.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap penyelenggaraan Waisak Nasional 2026. Menurutnya, Waisak bukan hanya perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga simbol toleransi, persatuan, dan moderasi beragama yang perlu terus dijaga di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....