Jelang Iduladha, Dompet Dhuafa Bina Peternak Desa di Getasan lewat Program Jantara

  • 13 Mei 2026 20:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui Program Jaringan Tani Ternak Nusantara(Jantara). Program tersebut dikembangkan di wilayah Getasan, Kabupaten Semarang untuk membina peternak lokal sekaligus mendukung penyediaan hewan kurban berkualitas.

Melalui Program Jantara, Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan hewan kurban saat Iduladha, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi peternak desa berbasis komunitas. Program ini menjadi pengembangan dari pengelolaan peternakan terpusat DD Farm yang telah dijalankan sejak 2021 di Kendal, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan Press Touring The Kurban Series 1447 H pada Selasa, 12 Mei 2026, sejumlah awak media nasional diajak meninjau langsung peternakan sapi dan domba yang dikelola bersama masyarakat. Peternakan ini berada di Desa Tolokan, Dusun Dangklik, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Perwakilan Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini mengatakan, Program Jantara dirancang untuk memperkuat kapasitas peternak desa agar mampu membangun usaha peternakan yang berkelanjutan. “Melalui program Jantara, kami ingin memperkuat kapasitas peternak, membangun kemandirian usaha, dan memperluas jejaring ekonomi berbasis komunitas,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu, 13 Mei 2026.

Saat ini, sebanyak 50 ekor domba dikelola di wilayah Getasan dan 50 ekor lainnya berada di Kendal. Seluruh ternak tersebut dikelola bersama kelompok peternak lokal sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat desa.

Kepala Desa Tolokan Dusun Dangklik, Dwi Wahono mengapresiasi program ini karena dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. “Program ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan peternakan,” katanya.

Salah satu peternak mitra, Kabul Budiono juga mengaku memperoleh banyak manfaat sejak mengikuti program tersebut. Selain mendapat bantuan ternak, para peternak juga diberikan pelatihan teknis mulai dari penggemukan hingga penanganan penyakit ternak.

“Dari awal kami diajarkan cara beternak yang baik. Mulai dari penggemukan sampai penanganan penyakit ternak,” ungkap Kabul.

Di sisi lain, drh. Hermanto memastikan kondisi kesehatan hewan ternak di DD Farm terus dipantau secara berkala menjelang Iduladha, termasuk upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK). Seluruh sapi dan domba disebut tumbuh sehat dengan pengawasan ketat terhadap pakan, sanitasi kandang, dan pemeriksaan rutin.

Melalui Program Jantara, Dompet Dhuafa berharap model peternakan berbasis pemberdayaan masyarakat ini dapat terus berkembang. Selain itu, juga menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....