Aster Kasad Tinjau Jembatan Garuda Merah Putih di Purworejo
- 12 Mei 2026 18:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purworejo, pada Selasa, 12 Mei 2026. Kunjungan ini untuk meninjau langsung proyek pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih serta Irpom Air Tanah di wilayah Kecamatan Purwodadi dan Bayan.
Rombongan sekitar 40 orang dari jajaran TNI AD dan Kodam IV/Diponegoro tiba pukul 08.17 WIB dan mengakhiri kunjungan pada 11.05 WIB. Kegiatan turut dihadiri pejabat daerah, aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, hingga tokoh masyarakat.
Tiga lokasi yang ditinjau Aster Kasad meliputi pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Sidoharjo, Kecamatan Purwodadi, lokasi Irpom Air Tanah di Desa Pucang Agung, Kecamatan Bayan, serta pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Botodaleman, Kecamatan Bayan.
Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan program pemerintah pusat atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat di daerah terpencil dan rawan akses.
“Bapak Presiden sangat perhatian terhadap anak-anak sekolah yang harus menyeberang sungai dengan berbasah-basahan, menggunakan perahu dan sebagainya. Karena itu TNI AD diminta membantu masyarakat dengan membangun jembatan di titik-titik yang memang dibutuhkan,” ujar Mayjen Rachmad usai meninjau Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Botodaleman.
Ia menjelaskan, program pembangunan jembatan terus berjalan di berbagai daerah. Dari target ribuan titik, ratusan jembatan telah selesai dan ratusan lainnya masih dalam proses.
“Sekarang yang masih on progress sekitar 900 lebih titik. Untuk Purworejo sendiri saat ini ada tiga titik yang sedang berjalan dan sudah ada usulan sekitar 39 titik lainnya,” jelasnya.
Menurut Aster Kasad, jembatan sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat.
“Tujuannya agar masyarakat lebih mudah beraktivitas, lebih aman, dan lebih efektif. Anak-anak sekolah tidak perlu lagi berbasah-basahan saat berangkat sekolah, akses pertanian juga menjadi lebih lancar,” kata dia.
Selain jembatan, TNI AD juga menjalankan program bantuan air bersih dan irigasi pertanian. “Kita juga membantu program air bersih dan irigasi pertanian. Tadi kami bertemu kelompok tani di Pucang Agung dan akan kami komunikasikan lebih lanjut dengan Kementerian Pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, warga Desa Botodaleman, Darsono, mengaku bersyukur atas pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih. Ia menyebut jembatan sangat membantu warga Dusun Mejing Wetan dan Mejing Kulon yang terpisah aliran Sungai Dulang.
“Jembatan ini sangat bermanfaat sekali, terutama untuk anak sekolah dan akses pertanian. Dulu kalau mau ke sawah atau membawa hasil panen harus memutar sampai dua sampai tiga kilometer. Sekarang jauh lebih cepat dan efisien,” ungkap Darsono.
Darsono juga menilai konstruksi jembatan akan membantu saat musim banjir. “Kalau banjir biasanya aktivitas warga terganggu. Tapi kami lihat pondasi dan tiang pancangnya lebih tinggi, jadi semoga lebih aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat antusias mendukung pembangunan. Warga bergotong royong menyumbang tenaga, nasi bungkus, hingga minuman untuk pekerja. “Kami berharap jembatan ini nantinya dirawat bersama karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” kata Darsono.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas program Jembatan Garuda Merah Putih ini. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan keselamatan,” pungkasnya.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....