Pemkab Purworejo Pantau Kondisi Masinis Mbah Slamet Bintaro di Usia Senja
- 12 Mei 2026 15:45 WIB
- Semarang
RRI CO.ID, Purworejo - Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosdaldukKB) Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan dan pemantauan terhadap Slamet Suradio, yang dikenal luas sebagai “Mbah Slamet Bintaro”. Mbah Slamet merupakan masinis KA 225 Rangkasbitung–Jakarta Kota yang selamat dari tragedi tabrakan kereta api di Bintaro.
Peristiwa pada Senin pagi itu menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai ratusan lainnya. Kini, di usia hampir 90 tahun, ia menetap di Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo.
Kepala DinsosdaldukKB Kabupaten Purworejo, Andang Nugerahatara Sutrisno, mengatakan kunjungan dilakukan bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan serta kesejahteraan Mbah Slamet. “Kami bersilaturahmi ke Pak Slamet Suradio yang dikenal sebagai Mbah Slamet Bintaro,” kata Andang, Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, petugas melakukan asesmen kondisi sosial ekonomi, memeriksa keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan. Selain itu, petugas juga melakukan pemeringkatan kesejahteraan sosial dan menyerahkan bantuan logistik untuk kebutuhan sehari-hari.
Andang menjelaskan, kondisi kesehatan Mbah Slamet menurun karena faktor usia. Selama satu tahun terakhir, ia lebih banyak beraktivitas di rumah dan menggunakan kursi roda untuk bepergian.
“Sekarang aktivitas beliau lebih sering tiduran. Kalau ke mana-mana harus menggunakan kursi roda,” ujarnya.
Tim DinsosdaldukKB bersama Puskesmas Gebang turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Mbah Slamet dan istrinya yang merawat beliau. Andang menyebut, selama ini Mbah Slamet berobat di fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun dokter praktik.
Menurut Andang, pihaknya telah mendapat arahan dari Bupati Purworejo untuk terus memantau kondisi Mbah Slamet. “Kami juga titip pesan kepada Puskesmas agar ada perhatian khusus terhadap beliau,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang selama ini membantu Mbah Slamet, mulai dari kursi roda, perlengkapan rumah tangga, hingga bantuan untuk warung kelontong yang menjadi penopang hidup pasangan lansia tersebut. “Harapannya perhatian seperti ini tidak hanya untuk Mbah Slamet, tetapi juga warga lain yang membutuhkan kepedulian pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu, istri Mbah Slamet mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah. Ia menuturkan, kondisi ekonomi keluarga semakin terbatas setelah dirinya tak lagi mampu bekerja.
“Sudah dua tahun saya tidak bisa bekerja, sebelumnya sempat jualan rokok di Kutoarjo, tapi sekarang sudah tidak mampu lagi. Setahun lalu masih bisa sedikit-sedikit, tapi sekarang sudah semakin sulit,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Mbah Slamet masih harus rutin kontrol kesehatan. “Bapak masih harus kontrol kesehatan, dan tanggal 13 nanti kontrol lagi. Usia beliau sudah hampir 90 tahun. Saat di rumah pun sering sendirian, sehingga kami sangat membutuhkan perhatian dan bantuan,” tuturnya.
Keluarga Mbah Slamet saat ini bertahan dengan dukungan anak-anak yang juga memiliki tanggungan masing-masing.
Kunjungan DinsosdaldukKB ini disebut sebagai wujud nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Purworejo di tengah masyarakat. Melalui sinergi antarinstansi, Pemkab berupaya memastikan lansia dan kelompok rentan seperti Mbah Slamet Suradio mendapat perlindungan sosial, layanan kesehatan, dan perhatian yang layak.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....