Jateng Bareng Belasan Provinsi Susun Strategi Ketahanan Pangan
- 11 Mei 2026 20:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemprov Jawa Tengah bersama 11 provinsi lain yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) menyusun langkah bersama untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim. Sinergi antardaerah itu diharapkan mampu menjamin pasokan pangan sekaligus memperkuat rantai distribusi antarprovinsi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Business Meeting Forum Mitra Praja Utama 2026 di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Senin 11 Mei 2026 . Forum bertema “Sinergi Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan sebagai Strategi Mitigasi Dampak Perubahan Iklim” itu diikuti 12 provinsi anggota.
Provinsi yang terlibat meliputi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau. Melalui forum ini, masing-masing daerah didorong saling melengkapi kebutuhan pangan sesuai potensi unggulan yang dimiliki.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, kerja sama tersebut penting untuk memastikan hasil produksi pertanian di satu daerah dapat terserap di wilayah lain. Dengan begitu, kebutuhan pangan tetap terjaga sekaligus memberi kepastian pasar bagi para petani.
“Melalui forum ini nanti bisa ditemukan mana yang punya produk tertentu. Nanti bisa diserap di provinsi lain. Sehingga menjadi jaminan terserapnya produk-produk di wilayah anggota MPU,” ujar Sumarno di sela membuka acara.
Menurutnya, tantangan sektor pangan saat ini semakin kompleks akibat perubahan iklim yang memengaruhi cuaca dan pola tanam. Bahkan, potensi kemarau panjang tahun ini diperkirakan turut memberi tekanan pada sektor pertanian di berbagai daerah.
Selain faktor cuaca, sektor pertanian juga menghadapi ancaman alih fungsi lahan, kerusakan lingkungan, hingga berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Karena itu, Jawa Tengah terus mendorong inovasi agar sektor pertanian lebih menarik bagi kalangan milenial.
Sumarno berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertemuan seremonial semata. Sinergi antardaerah diharapkan mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui penguatan rantai pasok, peningkatan konektivitas, hingga peluang investasi dan kerja sama usaha.
Sementara itu, Direktur Eksekutif FKD MPU Suhajar Diantoro dalam sambutan tertulis yang dibacakan Zulfikri Armada menyebut forum tersebut sebagai wujud nyata kolaborasi antardaerah untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas penyelenggaraan forum tersebut.
“Saya berharap forum ini tidak berhenti sebagai ruang temu. Tapi lebih dari itu, ini dapat menjadi ruang interaksi yang dapat melahirkan aksi nyata. Kita ingin melihat lahirnya kesepakatan-kesepakatan dalam bisnis. Kita ingin terjadi kontrak kerja sama yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....