Penopang Ekonomi Saat Krisis, UMKM Sumbang Rp22 Triliun Investasi Jateng
- 11 Mei 2026 16:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ketangguhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terbukti menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Sektor ini menyumbang lebih dari 20 persen nilai investasi di Jawa Tengah atau sekitar Rp22 triliun dari total realisasi investasi yang mencapai Rp110 triliun di sepanjang 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakinah Roselasari mengatakan kontribusi sektor mikro dan kecil terhadap investasi daerah menunjukkan peranya yang strategis. Bahkan, UMKM dinilai menjadi sektor yang paling tangguh saat kondisi ekonomi menghadapi tekanan.
“Pada tahun 2025, realisasi investasi yang jumlahnya Rp110 sekian triliun itu, sumbangan dari mikro kecilnya Rp22 sekian triliun,” ujar Sakina saat mendampingi Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno meninjauan gelaran UMKM Grande yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah di Atrium Pollux Mall Paragon, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, capaian itu menegaskan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ketahanan UMKM telah teruji saat pandemi Covid-19, ketika berbagai sektor mengalami tekanan hebat, sekor ini justru mampu bertahan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Ketangguhan tersebut, lanjut dia, terlihat merata di berbagai sektor mulai dari pangan, ritel, hingga kerajinan tangan (handycraft). “Ini menggambarkan bahwa mikro kecil kuat, stabil sebagai penopang investasi di Jawa Tengah,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun berharap nilai investasi dari sektor UMKM terus meningkat pada 2026. Dengan penguatan kapasitas dan perluasan pasar, pelaku usaha kecil diyakini dapat menjadi penggerak ekonomi yang semakin kuat.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meninjau sejumlah stan dalam gelaran UMKM Grande. Tampak, Sumarno turut mencoba alat ukir kayu milik salah satu peserta pameran sebagai bentuk dukungan terhadap produk kreatif lokal.
Salah satu pengunjung, Asnawi Hasan, mengaku terkesan dengan konsep acara yang digelar di pusat perbelanjaan dan menghadirkan workshop bermanfaat bagi masyarakat. “Acaranya luar biasa. Selain pameran ada workshop, sangat bermanfaat untuk pensiunan seperti saya,” ujar Asnawi.
Diberitakan RRI sebelumnya, UMKM Grande mengusung semangat GReen, KerakyatAN, Digital, & Export ini diikuti oleh 90 UMKM dari berbagai sektor. Selain pameran produk, UMKM Grande juga menghadirkan business matching dengan calon pembeli potensial dari sejumlah negara seperti Singapura, Thailand, Uni Emirat Arab, Sri Lanka, dan beberapa negara lain.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, tahun ini UMKM Grande mengusung tema “Tumbuh Tangguh dan Mendunia”. Tema tersebut mencerminkan harapan agar UMKM tidak hanya berkembang, tetapi juga adaptif menghadapi tantangan dan memiliki daya saing internasional.
"Jadi kita agak realistis (target transaksi di ajang UMKM Grande), kita harapkan naik sekitar 5-10%. Tahun lalu Rp600 juta, jadi tahun ini naik sekitar 5%-10% jadi Rp630, mudah-mudahan bisa tercapai," ujarnya saat pembukaaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....