HUT ke-43 RSUD dr Soebarkat, Wali Kota Salatiga Dorong Rebranding Jadi Pilihan Utama

  • 10 Mei 2026 12:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo kini tengah membidik transformasi besar untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan di usia yang ke-43. Momentum hari jadi ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi komitmen rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut untuk menjadi pilihan utama bagi masyarakat Kota Salatiga dan sekitarnya.

Langkah penguatan ini mencakup optimalisasi fasilitas secara berkelanjutan serta peningkatan kapasitas SDM medis maupun nonmedis. Hal ini dilakukan guna memastikan standar pelayanan rumah sakit tetap unggul di tengah persaingan fasilitas kesehatan yang semakin kompetitif.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menilai peringatan HUT kali ini harus dijadikan titik balik untuk melakukan rebranding total pada institusi kesehatan tersebut. Menurutnya, kualitas pelayanan yang prima adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik.

“Momentum hari ulang tahun ke-43 ini harus dimaknai sebagai titik transformasi dan rebranding rumah sakit. Perbaikan kapasitas dan kualitas pelayanan harus menjadi tujuan utama. Lakukan optimalisasi serta perawatan fasilitas secara berkelanjutan,” ujarnya saat memimpin apel peringatan HUT ke-43 RSUD dr. Soebarkat di Salatiga.

Ia menekankan bahwa dedikasi seluruh tenaga kesehatan merupakan aset terpenting dalam memajukan kualitas layanan daerah. Baginya, kenyamanan pasien harus menjadi prioritas yang selaras dengan perkembangan teknologi medis.

“Bekerja dan mengabdi agar RSUD dr. Soebarkat menjadi rumah sakit yang unggul, berdaya saing, serta menjadi pilihan utama masyarakat Kota Salatiga,” imbuh dr. Robby mengapresiasi kinerja jajaran direksi dan karyawan.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu, RSUD dr. Soebarkat juga menggelar berbagai kompetisi internal yang fokus pada standar akreditasi dan budaya kerja. Mulai dari lomba cerdas cermat akreditasi, yel-yel, hingga lomba penerapan 5R (Ringkas, Resik, Rajin, Rapi, dan Rawat) untuk kategori klinis dan nonklinis.

Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang lebih efektif dan produktif di lingkungan rumah sakit, sehingga visi untuk menjadi rumah sakit yang unggul dan berdaya saing dapat segera terwujud. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....