Wagub Apresiasi MES Jateng Kembangkan KMP Berbasis Ekonomi Syariah

  • 09 Mei 2026 13:19 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Masyarakat Ekonomi Syariah

RRI.CO.ID, Semarang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah mendukung program Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai penguatan sinergi antara ekosistem ekonomi syariah dan sektor riil, khususnya di wilayah pedesaan/kelurahan. Dukungan MES Jateng difokuskan pada optimalisasi pemberdayaan UMKM dan integrasi layanan keuangan syariah untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Upaya tersebut mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah V MES Jateng pada Sabtu 9 Mei 2026. Menurutnya, optimalisasi pengembangan Koperasi Merah Putih ditingkat Kelurahan dan Desa berbasis ekonomi syariah perlu dikembangkan.

“Saya terima kasih kepada MES yang sudah menginisiasi berkolaborasi dengan salah satu koperasi Merah Putih yang ada di Kelurahan di Kota Semarang untuk melakukan koperasi berbasis ekonomi syariah. Sehingga ini memang perlu dikembangkan, perlu dicontohkan menjadi pilot project di Jawa Tengah,” katanya.

Taj Yasin berharap koperasi berbasis ekonomi syariah erus dikembangkan oleh MES Jateng. Sehingga koperasi berbasis ekonomi syariah dapat tumbuh dan menjamur di Jateng.

“Dari 8.000 sekian koperasi merah putih yang di Jawa Tengah, saya berharap ini bukan hanya satu aja nanti, bisa tumbuh koperasi merah putih yang berbasis syariah ini juga muncul. Kalau bisa dimulai tahun ini, sehingga pada tahun 2027 MES bersama Pemprov mendorong pengembangan ekonomi syariah ini,” ucapnya.

Ketua MES Jateng, Nyata Nugraha dalam sambutaanya menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya terkait ekonomi syariah dan pariwisata berkelanjutan menuju tahun 2027. Optimasi pengembangan koperasi desa/kelurahan berbasis syariah telah dilakukan MES Jateng, dengan rintisan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Tambakharjo, Kota Semarang.

“MES Jawa Tengah siap untuk mendampingi, siap untuk membantu program dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah terutama menuju ke tahun 2027. Karena di tahun 2027 ekonomi syariah dan patrisiwata akan menjadi tulang punggung perekonomian Jateng, ini harus kita mulai dari sekarang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....