Upacara Ngruwak Pertiwi, Awali Pembangunan Pura Jagat Natha

  • 09 Mei 2026 11:14 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Ngruwak Pertiwi
  • Pura Jagat Natha
  • toleransi antarumat beragama
  • Miniatur Kampung Pancasila di kawasan Alun-alun Kota Magelang.

RRI.CO.ID, Kota Magelang - Kota Magelang tidak lama lagi mempunyai tempat ibadah bagi umat Hindu, seiring dimulainya peletakan batu pertama pembangunan Pura Jagat Natha oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, Kamis 6 Mei 2026. Sebelum peletakan batu pertama, umat Hindu di Kota Magelang menggelar upacara Ngruwak Pertiwi (memohon izin membuka tanah untuk pembangunan pura ).

“Sebelum acara peletakan batu pertama, kami melaksanakan upacara Ngruwak Pertiwi ( memohon izin membuka tanah untuk pembangunan tempat ibadah). Ritual tersebut merupakan syarat wajib dalam tradisi Hindu sebelum pembangunan tempat suci dimulai dan dilakukan pada pada hari baikpula,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma ( PHDI) Kota Magelang, I Gde Mahardika.

Gde Mahardika mengatakan, pembangunan Pura Jagat Nathta tersebut digadang-gadang sebagai langkah penting dalam penyediaan sarana ibadah sekaligus penguatan simbol toleransi antarumat beragama di Kota Magelang. Selain itu, pembangunan pura di komplekse eks Balai Diklat Kepemimpinan Badan Keuangan RI (kini menjadi aset Pemkot Magelang) tersebut juga melengkapi keberadaan Miniatur Kampung Pancasila di kawasan Alun-alun Kota Magelang.

Menurutnya, Pura Jagat Natha tersebut dibangun di atas tanah seluas 9 x 25 meter tersebut, nantinya akan dibangun dalam Tri Mandala (tiga zona utama). Bagian Utama Mandala merupakan area paling suci, Madya Mandala difungsikan sebagai area penunjang dan Nista Mandala yang merupakan bangunan paling depan.

Ia menjelaskan, bagian Utama Mandala merupakan area paling suci, akan dibangun tiga pelinggih utama, yakni Padmasana sebagai pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa). Kemudian, ada Panglurah (penjaga wilayah suci) termasuk Gunung Tidar,serta Gedong Suci untuk penyimpanan sarana ibadah.

Gde Mahardika menjelaskan, pembangunan Pura Jagat Natha tersebut tidak menggunakan anggaran dari pemerintah, melainkan swadaya umat Hindu dan dukungan dai lintas komunitas dan pengusaha. Pihaknya menargetkan pembangunan pura tersebut selesai pada Agustus mendatang.

"Kami bangun bertahap sesuai kemampuan, yang penting semangat kebersamaan dan dukungan itu sudah luar biasa. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada Agustus mendatang," ujarnya.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, pembangunan Pura Jagat Natha tersebut merupakan komitmen Pemkot Magelang dalam menjaga dan memperkuat nilai toleransi di Kota Magelang. Di sisi lain, keberadaan Pura Jagat Natha tersebut, akan melengkapi rumah ibadah yang ada di sekitar alun-alun dan mencerminkan keberagaman agama di Indonesia.

Ia menambahkan, proses pembangunan pura tersebut tidak berlangsung mudah. Semula , Pemkot Magelang merencanakan pembangunan pura tersebut di sekitar bangunan Gedung Loka Budaya. Namun karena dinilai kurang representatif, pemkot mencari alternatif lain hingga akhirnya memperoleh lahan yang sebelumnya merupakan aset Kementerian Keuangan RI yang saat ini menjadi aset Pemkot Magelang.

"Ini seperti jawaban dari doa kita bersama. Tidak ada yang kebetulan. Lahan ini akhirnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, termasuk pembangunan pura," ungkapnya.

Sebelumnya, di sekitar kawasan Alun-alun Kota Magelang telah berdiri empat tempat ibadah yang merupakan cagar budaya. Yakni, Tempat Ibadah Tri Dharma Liong Hok Bio dibangun tahun 1864, Masjid Agung Kauman Magelang dibangun Tahun 1650, Gereja Katolik St Ignatius (1899) dan Gereja Baptis Indonesia (GBI) Beth-El ( 1817). (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....