Dikawal TNI, Bank Indonesia Bawa Uang Layak Edar Rp3,62 Miliar ke Karimunjawa

  • 08 Mei 2026 20:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Karimunjawa 2026 untuk memastikan ketersediaan uang layak edar di wilayah kepulauan dan daerah terdepan, terluar, serta terpencil (3T). Dalam ekspedisi ini yang berlangsung pada 8–11 Mei 2026 itu, BI menargetkan penyerapan uang tidak layak edar dari masyarakat hingga Rp3,62 miliar.

Pengiriman mendapatkan pengawalan dari TNI AL Lanal Semarang menggunakan KRI Hiu. Ekspedisi ini menjadi penyelenggaraan ketiga sebagai bentuk sinergi menjaga kedaulatan Rupiah hingga wilayah kepulauan.

Program ink menjangkau lima desa dan dusun di empat pulau di Kepulauan Karimunjawa. Wilayah yang disasar meliputi Desa Karimunjawa dan Desa Kemujan di Pulau Karimunjawa, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, serta Pulau Genting.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menyebut langkah ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, Bank Indonesia dan Mata Uang yang menempatkan Bank Indonesia sebagai lembaga yang diberikan tugas dan wewenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

"Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar dalam jumlah yang cukup dan pecahan. Hal itu guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.

Selain layanan penukaran uang, Bank Indonesia juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya merawat Rupiah, mengenali ciri keaslian uang, dan memahami rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Kegiatan itu juga disertai edukasi literasi keuangan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan produk dan layanan keuangan. Dengan pendekatan tersebut, BI tidak hanya menjaga kualitas uang beredar, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi clean money policy Bank Indonesia dalam rangka menjaga kualitas uang Rupiah yang beredar di masyarakat serta mendukung kelancaran transaksi ekonomi," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....