Jelang Iduladha, Pedagang Hewan Kurban di Pekalongan Melonjak 60 Persen
- 08 Mei 2026 09:26 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Jelang Iduladha 2026 di Kabupaten Pekalongan
- Jelang Iduladha, Pedagang Hewan Kurban di Pekalongan Melonjak 60 Persen
RRI.CO.ID, Pekalongan - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, aktivitas perdagangan hewan kurban di Kabupaten Pekalongan mengalami lonjakan tajam. Jumlah pedagang dan transaksi di Pasar Hewan Kajen meningkat hingga 60 persen dibanding hari biasa.
Sejak dua pekan terakhir, Pasar Hewan Kajen, Kabupaten Pekalongan dipenuhi pedagang dan calon pembeli yang berburu sapi, kerbau hingga kambing untuk kebutuhan kurban. Pedagang datang tidak hanya dari wilayah Kabupaten Pekalongan, tetapi juga dari sejumlah daerah luar kota.
Salah satu pedagang asal Wonopringgo, Darno mengatakan, Peningkatan aktivitas jual beli sudah mulai terasa sejak awal Mei dan diperkirakan terus ramai hingga mendekati Iduladha.
“Hewan kurban yang ditawarkan di Pasar Hewan Kajen ini beragam dari kambing, kerbau hingga sapi. Dengan harga bervariasi tergantung berat dan kualitas hewan kurban,” katanya, Jumat, 8 Mei 2026.
Ditambahkan, Harga sapi kurban tahun ini dibanderol mulai Rp16 juta hingga Rp70 juta per ekor, tergantung ukuran, bobot, dan kondisi fisik hewan. Sementara permintaan kambing dan kerbau juga ikut meningkat meski belum setinggi sapi.
Lonjakan perdagangan hewan kurban itu dinilai menjadi sinyal meningkatnya daya beli masyarakat setelah beberapa tahun pasar sempat lesu. Para pedagang berharap tren positif tersebut mampu mendongkrak penjualan hingga hari raya nanti.
Senada disampaikan petugas kesehatan hewan Pasar Hewan Kajen, Slamet. Menurutnya, meningkatnya transaksi dipicu masyarakat yang mulai mempersiapkan ibadah kurban lebih awal.
“Pedagang datang dari Petungkriyono, Paninggaran, Kandangserang. Dari luar kota seperti Pemalang, Kendal dan Kudus,” jelasnya.
Meski pasar kian ramai, masyarakat diminta tidak asal membeli hewan kurban. Pembeli diimbau lebih teliti memastikan kondisi kesehatan hewan serta kelayakannya sesuai syariat.
Ia menegaskan, petugas kesehatan hewan juga akan terus melakukan pengawasan. Hal ini untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan bebas penyakit dan layak untuk kurban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....