Industri Dorong Kolaborasi dengan Kampus, Siapkan SDM Siap Kerja
- 05 Mei 2026 19:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Industri menilai kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi kunci untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja. Hal itu disampaikan Site Director Sony Hidajat dalam ajang Vocatech Edufair 2026 di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Semarang, Selasa 5 Mei 2026.
Menurutnya, proses pendidikan tidak bisa berlangsung secara instan, sehingga membutuhkan waktu, ruang belajar, serta pengalaman yang cukup bagi siswa. Untuk itu, sinergi antara industri dan perguruan tinggi dinilai penting, terutama dalam penyusunan kurikulum yang relevan: dengan kebutuhan dunia kerja ’’
“Kerja sama ini memungkinkan kami dari industri untuk ikut memberi masukan. Termasuk menghadirkan praktisi langsung agar mahasiswa memahami kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembelajaran tidak cukup hanya di ruang kelas, melainkan perlu didukung pengalaman langsung melalui praktik kerja lapangan (PKL) dan program pemagangan. Dengan cara tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung dinamika dunia kerja sekaligus membangun kesiapan diri sebelum terjun ke industri.
Selain itu, industri juga diharapkan membuka lebih banyak peluang kerja guna mengurangi kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi lulusan. “Dengan kolaborasi yang baik, gap antara dunia akademik dan industri bisa diminimalisir,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan rencana ekspansi PT Paragon Technology and Innovation ke Jawa Tengah. Perusahaan tersebut akan membuka lokasi baru di kawasan industri Batang yang mencakup fasilitas gudang, kantor, hingga pabrik.
“Ke depan tentu akan ada kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga ini menjadi peluang bagi lulusan vokasi,” katanya.
Terkait perkembangan teknologi industri yang cepat, Sony menilai tidak semua peralatan industri harus dihadirkan di dunia pendidikan. Menurutnya, pendekatan yang lebih efektif adalah melalui penyesuaian kurikulum, penguatan soft skill, serta keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, pengalaman langsung tetap dapat diperoleh melalui program magang dan PKL. “Dengan model seperti itu, kesenjangan antara pendidikan dan industri akan semakin kecil,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....