Kendal Darurat Sampah, Aktivis Lingkungan Sungai Watch Gerakkan Bersih Sungai
- 04 Mei 2026 14:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Kabupaten Kendal menjadi prioritas pendirian cabang Sungai Watch di Jawa Tengah, karena dinilai sebagai daerah darurat sampah. Hal ini disampaikan Gery Benchegib, aktivis lingkungan asal negara Jerman, pendiri Sungai Watch saat kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Kendal, Senin, 4 Mei 2026.
Aksi bertajuk "Bareng-Bareng Resik Kali" diikuti puluhan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR bersama anggota TNI Polri dan komunitas peduli lingkungan. Aksi bersih-bersih sungai ini merupakan kampanye Run for Rivers Bali-Jakarta sepanjang 1.260 kilometer, mulai 28 Maret sampai 24 Mei 2026.
Bersih-bersih Sungai Kendal yang dihadiri Wakil Bupati Kendal dipimpin langsung oleh tiga orang pendiri Sungai Watch, Gary Benchegib, Sam Benchegib dan Kelly Benchegib. Sungai Watch melibatkan 102 volunteer yang melakukan bersih-bersih sungai di semua daerah yang dilalui, dari Bali sampai Jakarta.
Gary Benchegib mengatakan, Kabupaten Kendal termasuk daerah darurat sampah. Ia melihat banyak tumpukan sampah di sungai-sungai yang menyangkut di jembatan, bahkan banyak sampai ke laut.
"Paling penting adalah menjaga sungai agar menjadi bersih dari sampah. Sungai merupakan sumber kehidupan, sehingga harus dijaga bersama," katanya.
Gary mengatakan, berencana membuka cabang baru Sungai Watch di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kabupaten Kendal menjadi prioritas untuk cabang Sungai Watch di Jawa Tengah.
"Di Kendal, kami akan memasang 25 jaring yang terbuat dari PVC di sungai dan membuat tempat pemilihan sampah. Selain itu, juga akan menggerakkan komunitas peduli sampah di sekolah, kalangan keagamaan dan pasar tradisional," jelasnya.
Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi mengapresiasi gerakan aktivis lingkungan Sungai Watch di Kendal. Pasalnya, mereka sudah berpengalaman di 14 kota.
Menurutnya, Sungai Watch sudah banyak melakukan hal-hal yang bisa bermanfaat bagi kelestarian lingkungan. "Kami harap, ada kelanjutan dari kegiatan ini," katanya.
Wabup Kendal mengatakan, Kendal merupakan salah satu daerah yang menurut mereka termasuk darurat sampah. Menurutnya, ada beberapa problem, mulai dari sistem membuang sampah, baik terkait dengan regulasi di pemerintah daerah maupun di tingkat desa.
"Harus ada regulasi tentang sampah. Yang paling penting itu kesadaran atau kedisiplinan warga," ucapnya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....