Harga BBM Tinggi, Ribuan Nelayan di Juwana Tak Melaut
- 04 Mei 2026 09:11 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Harga BBM, Nelayan Berhenti Melaut
RRI.CO.ID, Pati- Kenaikan harga bahan bakar minyak industri memicu krisis serius bagi sektor perikanan tangkap di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ribuan nelayan kini terhenti beroperasi sehingga aktivitas ekonomi pesisir mengalami tekanan sangat signifikan berkepanjangan.
Lonjakan harga BBM nonsubsidi dari Rp 17.000 menjadi Rp30.000 per liter dinilai memberatkan operasional nelayan. Sebelumnya, harga tersebut sudah membebani, namun kenaikan drastis saat ini membuat biaya melaut tidak lagi rasional secara ekonomi.
Nelayan Juwana, Agung Utomo, menyebut mahalnya bahan bakar membuat seluruh kapal tidak mampu menutup biaya operasional melaut. “Harga terlalu tinggi sehingga semua kapal tidak berangkat dan nelayan sekarang menganggur tanpa penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar agar nelayan kembali melaut dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. “Kami tidak punya pemasukan untuk makan maupun membayar kewajiban lainnya selama tidak melaut dalam situasi sulit ini,” ucapnya.
Pemilik kapal di Juwana, Muhammad Agung, menilai biaya bahan bakar mencapai 70 persen dari total operasional pemberangkatan kapal. “Dengan harga tiga puluh ribu rupiah per liter, kapal tidak mungkin berangkat karena biaya jauh melebihi potensi pendapatan,” ujarnya.
Sebagai respons atas tekanan ekonomi tersebut, nelayan berencana menggelar aksi demonstrasi besar menuntut penyesuaian harga BBM industri perikanan. Aksi yang direncanakan berlangsung pada 4 Mei 2026 itu diperkirakan melibatkan sekitar 10 ribu massa dari berbagai elemen nelayan.(APB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....