Ribuan Personel Diterjunkan, Polresta Pati Kawal Aksi Nelayan dengan Humanis
- 04 Mei 2026 09:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pati — Polresta Pati menerjunkan sebanyak 1.456 personel gabungan untuk memberikan pengawalan humanis atas aksi penyampaian pendapat dari kelompok nelayan yang berlangsung pada Senin, 4 Mei 2926. Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Apel kesiapan pelayanan digelar di Pendopo Kabupaten Pati dan dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati, Jaka Wahyudi. Kegiatan tersebut diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait.
Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan, pendekatan yang digunakan bukan sekadar pengamanan, melainkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam menghormati hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara damai.
“Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari saudara-saudara kita nelayan terkait kebijakan pusat, termasuk soal harga dan dukungan pemerintah. Kita harus kawal agar aspirasi ini tersampaikan dengan baik dan damai,” ujar Kapolresta.
Ia menekankan seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi massa aksi. Sikap persuasif dengan mengutamakan komunikasi yang baik menjadi prioritas di lapangan.
“Pelaksanaan kegiatan ini adalah pelayanan aksi. Kita kedepankan pendekatan humanis, tidak ada tindakan represif, dan seluruh anggota harus mampu merangkul masyarakat,” ucapnya.
Kapolresta juga menyoroti pentingnya peran tim negosiator sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas situasi. Tim tersebut diperkuat dengan melibatkan personel lintas satuan serta bantuan dari Polda Jawa Tengah.
“Negosiator kita perbanyak dan perkuat. Mereka harus mampu berkomunikasi dengan baik, menyerap aspirasi, serta menjaga agar situasi tetap kondusif,” katanya.
Selain itu, seluruh personel diingatkan untuk mewaspadai potensi pihak-pihak yang mencoba menyusup dalam aksi. Deteksi dini dan koordinasi lapangan menjadi kunci untuk menjaga keamanan.
Kapolresta juga menegaskan, personel tidak diperkenankan membawa senjata api maupun alat yang berpotensi menimbulkan kesan represif, guna menjaga suasana tetap kondusif. “Kita hadir untuk melayani, bukan menimbulkan ketakutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, menyampaikan, ribuan personel yang diterjunkan terdiri dari 1.040 personel Polresta Pati, 244 personel BKO dari Polda Jawa Tengah, serta 172 personel dari instansi terkait.
“Kekuatan personel yang dilibatkan sebanyak 1.456 personel. Terdiri dari 1.040 personel Polresta Pati, 244 personel BKO Polri dari jajaran Polda Jawa Tengah, serta 172 personel dari instansi terkait seperti TNI, Subdenpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Damkar,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh personel telah diarahkan untuk melaksanakan tugas secara humanis, profesional, dan terukur dalam mengawal aksi masyarakat. “Dengan kekuatan personel yang ada, kami memastikan kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....