Resmi Dilantik, JATMA Jateng-DIY Nyatakan Visi Kemandirian Umat
- 03 Mei 2026 21:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Jam'iyah Ahlith Thariqah wal Mu'tabarah (JATMA) ASWAJA wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dilantik di Pondok Pesantren Darul Ulum Tragung, Minggu 3 Mei 2026. Momentum ini menjadi penguatan arah gerak organisasi berbasis Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam membangun kemandirian umat, sekaligus menegaskan kepemimpinan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya sebagai Rais Aam JATMA ASWAJA.
Dalam tausiyahnya, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menegaskan, dengan istiqomah mengikuti thoriqoh, hati masyarakat akan lebih tertata dan tidak mudah diadu domba. Meski berthoriqoh, tetap dalam sanubari tertanam semangat Nasionalisme.
"Sebagai pribadi dan warga negara Indonesia, senantiasa berpikir, apa yang pernah dilakukan untuk membela dan menegakkan merah putih. Satu pertanyaan, apakah akan mempertahankan NKRI, atau mengecewakan para pendiri bangsa, tentu akan membela tanah air tumpah darah Indonesia," tegasnya.
Sekretaris Jenderal JATMA ASWAJA, KH Hilmi Yahya Zaini, menegaskan visi utama organisasi adalah pemberdayaan umat melalui pendekatan komunitas berbasis potensi daerah. Salah satu program unggulan yang tengah disiapkan adalah pengembangan sektor pertanian dengan target penanaman jagung dan tebu hingga ribuan hektare.
“Tahun ini kita mulai dengan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Kita lihat potensi daerah, kalau cocok jagung kita dorong jagung, kalau padi ya padi,” ujarnya.
Program tersebut dirancang melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN dan BUMD. Saat ini, tahap awal telah berjalan di beberapa wilayah seperti Jawa Barat dengan uji tanam jagung dan tebu di lahan sekitar 100 hektare. Jika berhasil, program akan diperluas secara bertahap hingga mencapai target ribuan hektare.
Menurutnya, untuk jagung diharapkan dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun sehingga perputaran ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan. Sementara untuk tebu, hasil produksinya ditargetkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dalam waktu dekat.
Selain sektor pertanian, JATMA ASWAJA juga mengusung pembentukan satuan BAPETA (Badan Pembela Tanah Air) sebagai bagian dari visi besar pemberdayaan umat.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian sekaligus ketahanan sosial masyarakat berbasis jaringan jamaah, terutama kalangan petani yang menjadi bagian besar dari struktur jamaah. Hingga saat ini, JATMA ASWAJA telah terbentuk di sembilan provinsi dengan sekitar 900 cabang yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Hilmi menegaskan bahwa JATMA ASWAJA bukan sekadar organisasi formal, melainkan gerakan kultural yang berfokus pada khidmat kepada ulama, kiai, dan masyarakat. Dengan kepemimpinan Rais Aam Habib Luthfi, organisasi ini diharapkan semakin kokoh dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat.
Pelantikan ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi di tingkat wilayah Jateng-DIY, sekaligus penegasan komitmen JATMA ASWAJA dalam mengintegrasikan nilai spiritual dengan program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sementara, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengharapkan, para anggota JATMA ASWAJA menjaga keistiqomaha dalam menjalani thoriqoh. Peran Habib Luthfi dalam membina anggota JATMA ASWAJA, hendaknya diikuti seluruh elemen, tak terkecuali jajaran Pemprov Jateng.
"Kepemimpinan Habib Luthfi di JATMA ASWAJA, bisa menjadi asupan batin bagi tiap muslim. Jadi kalau ada JATMA ASWAJA ada kegiatan, mohon kami selalu diajak untuk mendalami thoriqoh, agar lebih tenang jiwanya," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....