Respon Usulan Samuel Wattimena, Pemkot Semarang Siapkan Galeri Kostum SNC

  • 03 Mei 2026 09:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Kota Semarang akan menyiapkan ruangan di Semarang Gallery atau Semarang Contemporary Art Gallery Kota Lama, untuk memamerkan kostum-kostum dari peserta Semarang Night Carnival. Rencana itu sebagai respon atas usulan anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena, yang meminta agar kostum-kostum peserta Semarang Night Carnival tidak menjadi sampah baru.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, Semarang Contemporary Art Gallery ini akan diperbaiki agak lebih nyaman. Selain itu juga akan disiapkan display kostum-kostum Semarang Night Carnival. “Beberapa kali saya lihat design baju-baju carnaval itu, lucu-lucu, ada yang tulisannya Marimas,” kata Agustina Sabtu 2 Mei 2026.

Dia juga mengaku diberi Vest untuk Semarang Night Carnival dengan bahan daur ulang seperti plastic dengan label permen Kopiko. Harapannya, Semarang Night Carnival ini dapat menjadi pintu bagi warga kota Semarang yang ingin masuk dalam industri ekonomi kreatif.

“Membuat sesuatu barang menjadi lebih berharga, menjadi sebuah karya seni yang tidak hanya didiamkan, tetapi bisa ditampilkan,” ujarnya. Semarang Night Carnival tahun ini selain diikuti oleh peserta dari kota Semarang, juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan 28 negara di 4 benua.

Agustina menuturkan, keterlibatan peserta mancanegara ini mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Penghargaan atas Pemrakarsa dan Penyelenggaraan rekor Semarang yang diikuti peserta mancanegara terbanyak, yaitu sejumlah 28 negara dari 4 benua.

Sebelumnya anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mengusulkan agar ada ruangan yang dapat memamerkan kostum-kostum peserta Semarang Night Carnival. “Saya mengusulkan kepada ibu Walikota, agar ruang yang “Idle” (menganggur/tidak aktif) dijadikan semacam galeri dari karya-karya Semarang Night Carnival,” kata Samuel.

Ia juga mendorong agar kostum-kostum karnaval tersebut tidak kembali menjadi sampah setelah acara selesai. Menurutnya, karya tersebut bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata perkotaan atau urban tourism yang belum banyak dikembangkan di kota lain.

Samuel menilai Semarang memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kota wisata berbasis budaya. Keberagaman etnis seperti Arab, Tionghoa, dan lainnya menjadi kekuatan yang dapat dikemas sebagai daya tarik pariwisata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....