Peremajaan Puluhan Armada, Penumpang Trans Semarang Makin Nyaman

  • 02 Mei 2026 14:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Hari Jadi Kota Semarang ke 479, masyarakat di berikan kado spesial. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan peremajaan terhadap puluhan armada BRT Trans Semarang yang membuat penumpang akan lebih nyaman.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, ada 130 unit bus feeder hingga September 2026 mendatang yang akan dilakukan peremajaan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan layanan hingga ke pelosok pemukiman, sekaligus sebagai langkah nyata menekan polusi udara.

Agustina menyoroti banyaknya armada lama yang sudah tidak layak pakai dan sering dijuluki sebagai cumi-cumi darat. Ini karena armada Trans karena kerap mengeluarkan asap hitam pekat saat beroperasi.

"Sampai September nanti, target kita ada 130 bus yang diremajakan. Istilah Pak Wakil (Wakil Wali Kota), selamat tinggal cumi-cumi darat. Kami ingin polusi udara dari sektor transportasi massal ini benar-benar berkurang signifikan," katanya, Sabtu 2 Mei 2026.

Peremajaan ini, kata dia, difokuskan pada armada bus kecil (feeder) karena efektivitasnya dalam menjangkau wilayah pemukiman padat yang sulit ditembus bus besar. Fokus rute utama mencakup area pendidikan seperti menuju Unnes, hingga jalur-jalur pengumpan yang menyambung ke koridor besar Trans Semarang.

"Bus-bus kecil ini sangat bermanfaat karena bisa masuk ke lorong-lorong gang kecil. Tujuannya jelas, kita ingin mengurangi penggunaan sepeda motor dengan menyediakan angkutan yang nyaman dan mudah dijangkau dari depan rumah warga," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan menjelaskan, peremajaan armada itu mencakup berbagai jenis armada, mulai dari bus besar di koridor utama hingga bus feeder yang menjangkau kawasan permukiman. Pada tahap awal, armada baru telah dioperasikan di empat koridor, yakni Koridor 4, Koridor 8, serta Feeder 1 dan Feeder 3.

Danang mengungkapkan, armada baru yang telah siap, baik secara fisik maupun administrasi langsung dioperasikan. Dishub menargetkan seluruh proses peremajaan rampung pada September 2026, termasuk pengadaan bus listrik.

"Baru terealisasi 41 armada yang telah diremajakan.Targetnya September selesai sebagai batas akhir. Nanti ada sekitar 130 armada baru termasuk bus listrik," katanya

Ia mengatakan, eremajaan armada menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan operasional yang kerap terjadi akibat usia kendaraan yang sudah tua. Dengan armada baru, diharapkan gangguan seperti mogok di jalan dapat ditekan.

"Kasus di lapangan memang banyak karena usia bus sudah tua. Harapannya dengan bus baru ini lebih siap kerja dan bisa mengantisipasi kasus-kasus seperti mogok," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....