Dua Warga Terjatuh ke Sungai di Sidomukti Salatiga, Satu Alami Patah Tulang
- 01 Mei 2026 21:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Insiden nahas menimpa dua orang warga yang terjatuh ke dasar sungai di kawasan perbatasan Jalan Kembangarum, Sidomukti, Kota Salatiga, Rabu sore, 29 April 2026. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya beraktivitas di tepian sungai, terutama saat kondisi medan licin.
Kejadian bermula saat seorang warga senior berinisial J.S. (68) berniat membuang sampah di pinggir sungai. Namun, karena kondisi tanah yang tidak stabil, ia terpeleset. Beruntung, ia sempat berpegangan pada rumpun bambu di bibir jurang sedalam 10 meter tersebut.
Kapolsek Sidomukti, Kompol Sunoto, S.H., menjelaskan, seorang pemuda berinisial G.S.P. (20) yang mendengar teriakan minta tolong langsung berusaha melakukan aksi penyelamatan. Naas, beban yang berat dan posisi yang tidak seimbang membuat keduanya justru terjatuh bersama ke dasar sungai.
“Saat itu korban J.S. dalam kondisi berpegangan pada pohon bambu setelah terpeleset. Korban G.S.P. kemudian berusaha menolong, namun karena medan yang sulit, keduanya justru terjatuh bersama ke dalam sungai,” ujar Kompol Sunoto saat menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan olah TKP, Rabu sore.
Warga yang melihat kejadian tersebut segera melapor ke pihak kepolisian dan tim pemadam kebakaran. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kedalaman sungai yang mencapai 10 meter. Meski keduanya ditemukan dalam kondisi sadar, benturan keras dengan dasar sungai mengakibatkan cedera serius.
J.S. dilaporkan mengalami luka pada bagian kepala, pelipis, serta kaki. Sementara itu, sang penolong, G.S.P., harus mendapatkan perawatan intensif akibat patah tulang pada tangan kiri serta luka sobek di bagian jari.
“Keduanya sudah kami evakuasi dan saat ini sedang mendapatkan penanganan medis di RSUD Kota Salatiga. Petugas di lapangan juga sudah berkoordinasi dengan tim identifikasi dan Satreskrim Polres Salatiga untuk penanganan lebih lanjut,” tambah IPDA Bernie Surya Widiatmoko, S.H., yang memimpin personel di lokasi kejadian.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian meminta warga untuk lebih waspada dan tidak meremehkan kondisi geografis di sekitar aliran sungai.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi tebing yang licin dan rawan longsor. Jangan sampai niat baik atau aktivitas rutin justru membahayakan nyawa karena kurangnya kewaspadaan terhadap medan,” pungkas Kompol Sunoto. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....