Dipasaran Terbatas, Bulog Gelontorkan Minyakita

  • 01 Mei 2026 17:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Program bantuan pangan yang telah berjalan ini membuat stok minyak goreng bersubsidi “Minyakita” di pasaran menjadi terbatas. Akibatnya harga di pasar tradisional selain di pasar pantauan (Bitingan) di Kudus menjadi mahal atau di atas harga eceran tetap.

Bahkan harga “Minyakita” di Pasar Baru sempat tembus diharga Rp. 22.000/liter. Padahal HET nya sudah ditetapkan sebesar Rp. 15.700/liter. Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kudus Sonhaji mengatakan, gelontoran “Minyakita” di pasar Bitingan ini merupakan tahap kedua yang dilakukan oleh Bulog.

Hal itu setelah tahap satu beberapa waktu digelontorkan kepada para pedagang. Untuk tahap kedua ini telah digelontorkan sebanyak 250 karton untuk 34 pedagang.

"Per karton berisi 12 Minyakita isi 1kg. Dan rata – rata pada gelontoran kali ini tiap pedagang hanya mendapatkan 5 karton. Tapi saat gelontoran beberapa waktu lalu per pedagang malah bisa mendapatkan 10 – 15 karton Minyakita,” ujar Sonhaji saat ditemui di pasar Bitingan, Kamis, 30 April 2026.

Ditegaskan, para pedagang yang menjual “Minyakita” dilarang menjual dengan harga diatas HET yang telah ditetapkan. Apabila melanggar maka akan menerima sanksi tidak akan mendapatkan jatah untuk menjual Minyakita lagi.

Salah seorang pedagang di pasar Bitingan Sunarti (50) mengaku mendapatkan lima karton “Minyakita” dari Bulog. Dikatakan, pedagang pasar Bitingan tidak pernah menjual “Minyakita” dengan harga di atas HET. Bahkan para pedagang yang memperoleh “Minyakita” ini dilakukan secara bergantian.

“Pedagang di pasar sini tidak pernah menjual “Minyakita” diatas harga eceran yang telah ditetapkan oleh Bulog mas. Kalau saya jual eceran memang Rp. 16.000/liter mas. Karena harga kantung plastik juga naik. Dan menurut saya itu wajar mas,” tandasnya. (RK)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....