Lamporan, Api dan Solidaritas Desa
- 01 Mei 2026 16:12 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Tradisi Lamporan di Desa Langgenharjo
RRI.CO.ID, Pati - Nyala obor menerangi malam Dukuh Kincir Wetan, Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, sekaligus menegaskan solidaritas warga dalam tradisi lamporan. Ratusan peserta berjalan mengelilingi dukuh sejauh 2,5 KM membawa api, sebagai simbol harapan kolektif bersama.
Ratusan orang dari 6 RT di dukuh itu terlibat aktif dalam rangkaian tahunan sedekah bumi. Tradisi ini tidak hanya ritual budaya tetapi juga menjadi ruang konsolidasi sosial yang memperkuat kohesi masyarakat desa.
Ketua Panitia Supriyanto menegaskan, lamporan rutin digelar setiap tahun sebagai bagian penting sedekah bumi masyarakat setempat. “Lamporan bertujuan mengusir hama dan penyakit serta mendoakan petani agar hidup makmur dan sejahtera,” katanya di sela-sela penyelenggaraan Tradisi Lamporan, Kamis malam, 30 April 2026.
Pawai obor menjadi puncak kegiatan dengan warga menyusuri setiap sudut dukuh sambil membawa api yang menyala terang. Atraksi semburan bahan bakar menciptakan bola api besar yang membumbung tinggi dan memantik antusiasme penonton malam itu.
Rima Maulida mengatakan, selain pawai, warga juga menikmati pembagian hasil bumi yang menjadi bagian dari makna berbagi dalam tradisi tersebut. “Saya mendapatkan berbagai sayuran dan berencana memasaknya bersama keluarga setelah acara ini selesai,” katanya.
Tradisi yang memasuki tahun ketiga ini menunjukkan kesinambungan budaya sekaligus adaptasi sosial masyarakat terhadap perubahan zaman. Pertunjukan seni seperti wayang orang kuda lumping dan pencak silat turut memperkuat identitas budaya lokal yang terus dijaga.(APB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....