Suarakan Kesejahteraan, Ratusan Buruh Pekalongan Gelar Apel dan Doa Bersama
- 01 Mei 2026 10:16 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Peringatan Hari Buruh Internasional 2026
- Suarakan Kesejahteraan, Ratusan Buruh Pekalongan Gelar Apel dan Doa Bersama
RRI.CO.ID, Pekalongan - Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Pekalongan menggelar apel dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monumen Djoeang Kota Pekalongan, Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan kondusif, diikuti buruh dari berbagai wilayah Pekalongan Raya.
Aksi yang menjadi puncak peringatan May Day tersebut dipusatkan di Jalan Pemuda dan diikuti sekitar 600 pekerja. Selain apel akbar, kegiatan juga diisi doa bersama sebagai simbol harapan akan meningkatnya kesejahteraan buruh.
Apel dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab. Dalam amanatnya, Balgis menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Ia menyebut buruh sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah yang harus mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan layak. “Momentum May Day ini bukan hanya ajang menyampaikan aspirasi, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua SPN Kota Pekalongan, Alifan Santoso, menegaskan, peringatan May Day bukan sekadar seremoni, melainkan momentum perjuangan nyata bagi buruh. Ia menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari pemenuhan hak cuti hamil dan haid bagi pekerja perempuan, penolakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, hingga perlindungan buruh di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, tuntutan tersebut sejalan dengan standar Organisasi Perburuhan Internasional terkait perlindungan hak pekerja dan jaminan kerja yang layak. “May Day harus menjadi momentum untuk memastikan hak-hak buruh benar-benar dijalankan, bukan sekadar diatur di atas kertas,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara buruh dan pemerintah daerah. Pemerintah Kota Pekalongan menyatakan komitmennya untuk terus membuka komunikasi dengan serikat pekerja guna menciptakan iklim kerja yang kondusif.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Doa tersebut menjadi refleksi spiritual sekaligus harapan agar kondisi ketenagakerjaan semakin baik, serta para buruh diberi kekuatan dalam memperjuangkan hak-haknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....