PMI Batang Upayakan Kawasan Rob Denasri Kulon Jadi Wisata Perikanan
- 30 Apr 2026 11:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Palang Merah Indonesia(PMI) Batang bersama lintas sektor berupaya menyulap kawasan terdampak rob di Denasri Kulon menjadi wisata perikanan. Upaya ini dilakukan melalui penanaman ribuan mangrove dan penebaran benih ikan sebagai solusi adaptasi lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi warga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 dengan melibatkan BPBD Batang, relawan, serta ratusan pelajar. Selain sebagai aksi nyata penanganan rob, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Ketua PMI Batang, Ahmad Taufik, mengatakan kawasan Denasri Kulon dulunya merupakan lahan sawah produktif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir berubah menjadi area terdampak rob seluas sekitar 300 hektar.
"Kami lakukan penanaman mangrove untuk meminimalisir dampak rob, supaya tidak makin meluas. Lahan tersebut kini tidak produktif lagi, kami upayakan untuk dioptimalkan menjadi kawasan wisata perikanan dengan menebar seribu bibit ikan," ucapnya.
Ia menjelaskan, penanaman mangrove menjadi langkah penting untuk menahan abrasi sekaligus memperbaiki ekosistem pesisir. Sementara, penebaran benih ikan diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Batang, Wawan Nurdiansyah, mendukung langkah tersebut. Menurutnya, masyarakat di wilayah rawan bencana perlu didorong untuk mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan.
"Artinya masyarakat tetap hidup berdampingan di wilayah terdampak namun memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomis. Diawali dengan penebaran benih ikan dan ke depan akan dikelola dengan konsep wisata perikanan, agar masyarakat mendapatkan manfaat secara ekonomi," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 200 pelajar dari jenjang SMA/SMK/MA turut dilibatkan. Mereka diajak mengenal langsung kondisi wilayah terdampak rob sekaligus berpartisipasi dalam penanaman mangrove.
Salah satu peserta, Najla, mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya menanam mangrove. Ia berharap upaya tersebut dapat membantu mengurangi dampak rob bagi warga.
"Ini pengalaman pertama buat kami, bisa terjun langsung nanam banyak bibit mangrove. Semoga bisa mencegah rob, supaya rumah warga tidak terdampak," ujar pelajar SMA Negeri 2 Batang ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....