RSUD Rembang Klarifikasi Isu Titip BPKB untuk Biaya Persalinan

  • 30 Apr 2026 06:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang- Kabar mengenai pasien luar kota yang disebut harus “menitipkan” BPKB untuk melunasi biaya persalinan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang sempat ramai diperbincangkan. Namun, pihak rumah sakit memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Direktur Utama RSUD dr. R. Soetrasno, dr. Samsul Anwar, menjelaskan pasien merupakan pasangan lintas daerah, yakni ibu asal Jepara dan ayah dari Mojokerto. Mereka menjalani perawatan pada 20 hingga 26 April 2026.

Menurutnya, sejak awal pihak rumah sakit telah menawarkan skema penjaminan melalui BPJS Kesehatan. Namun, keluarga memilih menggunakan jalur pasien umum.

Terkait isu penahanan BPKB, dr. Samsul menegaskan bahwa hal tersebut tidak kebijakan rumah sakit. Akan tetapi, inisiatif dari pihak keluarga.

“Kami tidak pernah mengarahkan atau memaksa jaminan BPKB. Fokus utama kami adalah keselamatan bayi. Bahkan bayi tetap diperbolehkan pulang meskipun administrasi sebesar Rp7,2 juta belum tuntas,” ujar dr Samsul saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 29 April 2026.

Ia menjelaskan, total biaya perawatan terbagi menjadi dua. Biaya persalinan ibu sebesar Rp5,6 juta dan perawatan bayi sebesar Rp1,6 juta karena mengalami kondisi kuning.

Jika pasien merupakan warga Kabupaten Rembang, pembiayaan bisa langsung ditangani melalui program Universal Health Coverage (UHC) atau bantuan dari Dinas Sosial. Namun, karena pasien berasal dari luar daerah, proses administrasi menjadi lebih kompleks.

RSUD juga telah menyarankan keluarga untuk mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau kepesertaan BPJS dari daerah asal, agar biaya dapat dijamin. Pihak rumah sakit memastikan, pelayanan medis tetap diberikan tanpa terpengaruh persoalan biaya.

“Kami tetap membuka ruang komunikasi dan menunggu pihak keluarga melengkapi persyaratan dari daerah asal. Setelah itu, dokumen yang dititipkan bisa langsung diambil kembali. Bagi kami, kemanusiaan tetap yang utama,” ujar dr. Samsul. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....