Kasus Daycare, Gus Yusuf Tegaskan Perlunya Perbaikan Sistem Pengasuhan Anak
- 29 Apr 2026 17:26 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Kabupaten Magelang
- kekerasan anak
- KH M Yusuf Chudlori .
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang: Kasus kekerasan terhadap anak-anak yang terjadi di salah satu penitipan anak di Yogyakarta, mendapat perhatian dari Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Kabupaten Magelang,KH M Yusuf Chudlori . Pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini menegaskan perlunya langkah serius dan terstruktur untuk memperbaiki sistem pengasuhan anak di Indonesia.
“Peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa kita masih memiliki celah besar dalam aspek regulasi, perizinan, tata kelola, serta pemantauan layanan day care. Negara harus hadir secara nyata untuk memastikan keamanan dan kualitas pengasuhan anak,” katanya, Selasa, 28 April 2026.
Gus Yusuf mengatakan, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret dalam penanganan kasus tersebut. Di antaranya dengan menyusun dan menegakkan regulasi yang jelas dan komprehensif terkait standar layanan day care.
Selain itu, sistem perizinan harus diperketat agar seluruh layanan beroperasi secara legal dan memenuhi standar minimum yang telah ditetapkan. Yang tidak kalah penting tata kelola harus diperbaiki, akuntabilitas diperkuat, serta pemantauan dilakukan secara berkala oleh dinas terkait.
"Ini menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak kita. Yang tidak kalah penting tata kelola harus diperbaiki, akuntabilitas diperkuat, serta pemantauan dilakukan secara berkala oleh dinas terkait,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menghadirkan solusi alternatif berbasis komunitas. Pesantren, masjid, dan musala memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi melalui penyediaan layanan pengasuhan anak yang aman dan terjangkau.
“Kita bisa mengembangkan layanan pengasuhan anak berbasis komunitas dengan standar operasional sistem yang jelas, melibatkan tenaga profesional. Jalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Tenaga Kerja, dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Pembina Forum Guyub Nusantara ini juga menekankan pentingnya pelatihan dan sertifikasi bagi para pengasuh. Dengan demikian, kualitas layanan tetap terjaga dan memenuhi standar yang dibutuhkan.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan harus diperkuat untuk menciptakan ekosistem pengasuhan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan,” kata Gus Yusuf. ( wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....