Rantai Distribusi Panjang, Pengamat Sebut Harga Minyakita Sulit Dikendalikan
- 29 Apr 2026 14:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Panjangnya rantai distribusi menjadi salah satu penyebab utama sulitnya pengendalian harga Minyakita di pasaran. Kondisi ini memicu ketidaksesuaian antara ketersediaan pasokan yang dinilai aman dengan harga yang justru terus meningkat di tingkat konsumen.
Pengamat ekonomi Universitas Negeri Semarang, Nanik Sri Utaminingsih, menyebut fenomena ini sebagai anomali pasar. “Pada saat pasokan mencukupi, mekanisme pasar seharusnya membuat harga turun, namun yang terjadi justru harga naik, ini yang kita sebut anomali pasar,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, dalam teori ekonomi, harga sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Namun, dalam kasus Minyakita, gangguan distribusi serta lonjakan biaya logistik membuat mekanisme tersebut tidak berjalan normal.
Nani juga menyoroti adanya indikasi penumpukan barang di tingkat distributor maupun pengecer yang memperpanjang jalur distribusi. “Barang bisa menumpuk di distributor utama atau pengecer, sehingga distribusi terganggu dan harga tidak bisa langsung menyesuaikan,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah perlu melakukan intervensi melalui peran Perum Bulog. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyaluran distribusi Minyakita melalui Bulog dengan porsi tertentu.
“Bulog menyalurkan minimal 35 persen distribusi pada April 2026. Ini diharapkan dapat memutus rantai distribusi yang terlalu panjang,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan, efektivitas kebijakan tersebut sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur Bulog hingga ke lapisan terbawah. Jika distribusi tidak menjangkau seluruh wilayah, maka stabilisasi harga akan sulit tercapai.
Nanik juga memprediksi harga Minyakita belum dapat turun signifikan dalam waktu dekat. “Dengan kondisi saat ini, harga kemungkinan bertahan di kisaran Rp20 ribu per liter dan tidak akan turun jauh,” katanya.
Dengan demikian, pembenahan rantai distribusi, optimalisasi peran Bulog, serta penguatan pengawasan menjadi kunci untuk menstabilkan harga Minyakita. Tanpa perbaikan di sisi distribusi, harga berpotensi tetap tinggi dan membebani masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....