Kasus Daycare Jogja, Kendal Perkuat Pencegahan Kekerasan Anak
- 28 Apr 2026 16:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Kasus dugaan kekerasan anak di salah satu day care di Yogyakarta menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal pun meningkatkan pengawasan perlindungan anak, khususnya di satuan pendidikan seperti PAUD dan tempat penitipan anak.
Kepala DP2KBP2PA Kendal, Albertus Hendri Setyawan, mengatakan upaya pencegahan kekerasan anak akan diperkuat di semua lini. "Mulai Jumat kemarin sudah mulai sosialisasi lewat medsos Instagram untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," kata Hendri, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, khusus di satuan pendidikan telah dijalankan program Taman Asuh Sayang Anak dan Taman Asuh Ramah Anak. Program ini bertujuan memberikan edukasi terkait metode pengasuhan yang tepat agar tidak terjadi kekerasan terhadap anak.
"Tahun ini akan lebih ditingkatkan untuk mengingatkan kembali. Bersatu padu mencegah kekerasan anak di semua lini," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak DP2KBP2PA Kendal, Benedicta Laras Paramita, menambahkan, sosialisasi juga menyasar pengelola day care. "Kami ingin mengenalkan tentang bentuk-bentuk kekerasan dan memberikan edukasi supaya tidak terjadi tindak kekerasan terhadap anak," katanya.
Di sisi lain, Plt Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Setyo Herlina Purwidyanti, menyebutkan, saat ini terdapat 12 day care berizin di Kabupaten Kendal.
Anak yang dititipkan umumnya berusia 3 bulan hingga 2 tahun."Kalau usia di atas dua tahun biasanya sudah masuk Kelompok Bermain atau PAUD," katanya.
Ia menegaskan, setiap day care wajib memenuhi standar, seperti menyediakan tempat tidur yang nyaman dan dapur untuk menjaga asupan nutrisi anak. Selain itu, pengelola harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai serta tenaga pengasuh yang bersertifikat.
"Pengasuh harus memahami tentang pengasuhan anak. Harus sudah dibekali dengan kursus pengasuhan anak atau baby sitter yang bersertifikat," ucapnya. (FR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....