Atasi Krisis Air Bersih, Polres Demak Bangun Sumur Bor di Guntur
- 28 Apr 2026 13:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Demak – Kepolisian Resor(Polres) Demak membangun sumur bor di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur untuk mengatasi krisis air bersih warga. Bantuan ini diberikan setelah wilayah tersebut terdampak banjir dan mengalami keterbatasan akses air dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat(Pamsimas).
Pembangunan sumur bor ditandai dengan doa bersama dan tasyakuran di Masjid Jami’ Baitur Rohim, Selasa, 28 April 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Demak, jajaran pejabat Polres, perwakilan PT Saprotan Utama, Forkopimcam Guntur, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta mahasiswa.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, Dukuh Solondoko merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Tercatat sebanyak 118 kepala keluarga atau sekitar 432 jiwa tinggal di wilayah tersebut.
“Kondisi ini menjadi perhatian bersama, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Air bersih merupakan kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi, karena berkaitan langsung dengan kesehatan, sanitasi, dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran kepolisian tidak hanya terbatas pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Polri juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan Polri hadir tidak hanya dalam aspek penegakan hukum dan kamtibmas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral kami sebagai pelayan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pembangunan sumur bor menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di wilayah tersebut. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Pembangunan sumur bor ini juga menjadi simbol gotong royong, empati, dan kepedulian semua pihak dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga,” ucapnya.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada PT Saprotan Utama yang turut mendukung kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara kepolisian dan pihak swasta sangat penting dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Saprotan Utama atas dukungan dan kontribusinya. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang. Doa bersama dilakukan agar seluruh tahapan pembangunan berlangsung aman dan sukses.
Sementara itu, Kepala Desa Trimulyo Supawi mengatakan, keterbatasan sarana air bersih selama ini menjadi persoalan mendasar bagi warga. Saat ini hanya terdapat satu fasilitas Pamsimas yang melayani empat dukuh.
“Kondisi ini sudah cukup lama dirasakan oleh warga, khususnya di Dukuh Solondoko. Tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap air bersih, sehingga mereka harus mencari alternatif lain yang tentu tidak selalu mudah,” kata Supawi.
Ia menyebut bantuan sumur bor menjadi harapan baru bagi warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari pascabencana. “Terima kasih kepada Bapak Kapolres beserta jajaran dan PT Saprotan Utama, semoga sinergi ini terus terjalin dan bantuan ini benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya yang terdampak banjir,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....