Dikukuhkan, MUI Kabupaten Pekalongan Soroti Pembangunan Karakter Masyarakat

  • 27 Apr 2026 19:03 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Dikukuhkan, MUI Kabupaten Pekalongan Soroti Pembangunan Karakter Masyarakat
  • MUI sebagai penjaga akidah dan ukhuwah

RRI.CO.ID, Pekalongan – Kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan masa khidmat 2025–2030 menyoroti pembangunan karater dan peran strategis umat. Hal tersebut dikemukakan usai pengukuhan di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Minggu 26 April 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa semata bertumpu pada aspek fisik. Namun juga harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.

“Pembangunan manusia harus menjadi perhatian bersama. Sinergi antara MUI dan pemerintah perlu terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin 27 April 2026.

Sukirman secara khusus menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda. Generasi saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya, mulai dari derasnya arus informasi hingga perubahan sosial yang cepat.

“Karakter generasi muda perlu kita kedepankan. Mereka membutuhkan pendampingan agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlak,” tegasnya.

Menurutnya, peran MUI sangat strategis dalam mendampingi pemerintah untuk membentuk fondasi moral masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pembangunan nilai-nilai spiritual.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, Tajudin Shorih, menegaskan peran strategis MUI dalam mendukung pembangunan umat berkelanjutan bukan sekadar jargon, melainkan arah kerja nyata ke depan. MUI sebagai penjaga akidah dan ukhuwah di tengah derasnya arus informasi diharapkan mampu menghadirkan fatwa dan bimbingan yang menenangkan, mencegah potensi konflik, serta menjaga harmoni antar umat beragama.

“Pembangunan yang kita cita-citakan bukan hanya fisik, tetapi juga spiritual, moral, dan sosial ekonomi umat yang berkelanjutan dari masa ke masa,” jelasnya. Selain itu, peran ini mencakup dukungan terhadap program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi berbasis umat dan UMKM, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penyakit sosial.

Sebagai pelopor pembangunan berkelanjutan, kata dia, MUI didorong untuk mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif, sekaligus menanamkan kesadaran menjaga lingkungan dan mencetak generasi berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....