Ikan Sapu-Sapu Ganggu Ekosistem, Picu Pendangkalan Sungai hingga Tanggul Rusak
- 27 Apr 2026 12:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Indonesia kian menjadi perhatian. Dampaknya yang merusak ekosistem sekaligus memicu pendangkalan sungai hingga berpotensi merusak infrastruktur seperti tanggul.
Dosen Jurusan Biologi UIN, Dr. Rusmadi, mengungkapkan ikan sapu-sapu memiliki perilaku unik berupa kebiasaan menggali lubang di sempadan sungai atau dikenal dengan istilah “ngerong”. Aktivitas ini memicu timbunan tanah yang kemudian mengendap dan mempercepat proses pendangkalan.
“Pendangkalan itu sangat serius. Ikan sapu-sapu ini menggali lubang di tepi sungai, lalu sisa galian membentuk gundukan yang mengendap di aliran sungai,” katanya, Senin, 27 April 2026.
Menurutnya, dampak tersebut terjadi baik pada sungai dengan infrastruktur modern maupun sungai alami. Pada sungai yang dilengkapi bangunan seperti tanggul atau dinding penahan, aktivitas ikan sapu-sapu berpotensi merusak struktur konstruksi.
Sementara pada sungai alami, pendangkalan yang terjadi dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. “Jika infrastruktur sungai rusak, tentu akan merugikan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun fungsi ekologisnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerusakan struktur sungai akan berdampak langsung pada ekosistem perairan. Habitat organisme air terganggu, kualitas air menurun, hingga keseimbangan lingkungan menjadi terancam.
Dr. Rusmadi juga mengingatkan pentingnya langkah pengendalian populasi ikan sapu-sapu serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya spesies invasif. Upaya ini dinilai perlu melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat secara bersama.
Dengan meningkatnya ancaman tersebut, ia menilai keberadaan ikan sapu-sapu tidak bisa lagi dianggap sepele. Pengelolaan yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kelestarian sungai agar tetap berfungsi secara optimal. (Aritsu)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....