Kerja Sama Jateng-Aceh Tembus Rp1,06 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bersama

  • 24 Apr 2026 09:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh menyepakati kerja sama ekonomi lintas sektor bernilai Rp1,06 triliun. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi antardaerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.

Perjanjian tersebut ditandatangani Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Kantor Gubernur Aceh, Kamis, 23 April 2026. Kerja sama ini berlaku selama satu tahun sejak penandatanganan dilakukan.

Untuk diketahui, nilai kerja sama antar organisasi perangkat daerah (OPD) mencapai Rp138,56 miliar. Kolaborasi ini melibatkan sejumlah dinas seperti ketahanan pangan, investasi, perindustrian, tenaga kerja, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, sinergi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menyumbang nilai terbesar hingga Rp696,2 miliar. Kerja sama ini melibatkan sejumlah perusahaan daerah dan perbankan dari kedua provinsi.

Kolaborasi juga diperluas melalui asosiasi pengusaha dengan nilai Rp230 miliar. Kadin dan Hipmi dari Jateng dan Aceh turut berperan memperkuat jejaring bisnis dan investasi.

Di tingkat daerah, kerja sama antarkabupaten juga dilakukan antara Klaten dan Gayo Lues senilai Rp1 miliar. Fokusnya pada pengembangan sektor pariwisata, budaya, dan industri lokal.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut kolaborasi ini merupakan bagian dari konsep pemerintahan kolaboratif. Melalui sinergi antardaerah, setiap wilayah dapat saling melengkapi untuk tumbuh dan berkembang bersama.

"Kita melakukan kerja sama business to business (B to B) mulai dari OPD, BUMD, serta Hipmi dan Kadin. Nilainya sekitar Rp1,06 triliun. Ini menjadi potensi awal untuk kita kembangkan di masing-masing daerah," kata Luthfi di sela acara.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menambahkan, kerja sama ini menjadi bukti bahwa Jawa Tengah berkolaborasi untuk memajukan daerahnya. Ia mencontohkan kerjasama yang telah terjalin dengan daerah lain sebelumnya yakni terkait pabrik tapioka yang telah dilakukan di Jawa Tengah.

"Contoh, ada perusahaan di Jawa Tengah memerlukan material tepung tapioka, hubungan kerja samanya akhirnya dihadirkan dari lampung. Dari Jawa Tengah mendirikan pabrik tapioka juga di Lampung," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai mitra strategis. Ia optimistis kerja sama ini akan memotivasi pembangunan Aceh, khususnya di sektor perdagangan dan tata kelola pemerintahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....