Gubernur Sebut 17,5 Ribu Pedagang Bakso Jateng Perlu Pendampingan Usaha
- 17 Apr 2026 20:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 17,5 ribu pedagang bakso di Jawa Tengah menjadi tulang punggung ekonomi mikro yang terus bertahan. Namun, pelaku usaha ini dinilai masih membutuhkan pendampingan agar mampu naik kelas dan berkembang lebih jauh.
Data Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso) mencatat jumlah pedagang bakso di Jateng mencapai 17.500 orang. Mereka menjadi salah satu kelompok usaha mikro terbesar yang berkontribusi terhadap ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menghadiri silaturahmi dan halalbihalal Apmiso Jawa Tengah di Wisma Perdamaian Semarang, Jumat, 17 April 2026. Menurutnya, para pedagang bakso merupakan pegiat ekonomi mikro yang memiliki daya tahan tinggi di berbagai kondisi.
Meski demikian, Luthfi menilai para pelaku usaha ini perlu mendapatkan pendampingan yang terarah. Pendampingan tersebut mencakup sertifikasi halal, pengolahan bahan baku, hingga peningkatan kualitas produk.
Ia menekankan, intervensi pemerintah diperlukan agar pedagang tidak berhenti di level usaha kecil. Salah satu langkah penting adalah percepatan sertifikasi halal untuk meningkatkan standar dan daya saing usaha.
"Sertifikasi halal tidak gampang, dari mulai alat dan sebagainya, berarti dinas kita harus ikut serta, sehingga penjual bakso kita punya sertifikasi,” ujarnya
Luthfi juga mengapresiasi peran pedagang bakso yang tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi. Ia menilai sektor ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi mikro.
Sementara itu, Ketua Umum Apmiso, Lasiman, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha bakso. Mulai dari persaingan yang semakin ketat hingga persoalan bahan baku yang memengaruhi biaya produksi.
Menurutnya, akses pembiayaan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kapasitas usaha, aset, dan omzet pedagang. Dukungan ini diperlukan agar pelaku usaha mampu berkembang dan bersaing di pasar.
Ia juga mendorong adanya kerja sama dengan kalangan akademisi dalam pengembangan usaha. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pedagang dalam aspek teknologi, pemasaran, dan produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....