Gubernur Jateng Ajak Kadin Perangi Kemiskinan, Kini Diangka 9,39 Persen

  • 17 Apr 2026 20:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkolaborasi memerangi kemiskinan di wilayahnya. Upaya ini menjadi penting mengingat angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih berada di level 9,39 persen.

Ajakan tersebut disampaikan dalam acara halalbihalal dan silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Kamis, 16 April 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menekan angka kemiskinan.

Luthfi menegaskan, penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan hingga sektor kesehatan dan pendidikan harus ditangani secara bersama.

“Kadin kami minta untuk tampil di depan. Memerangi kemiskinan itu tidak bisa hanya sandang, pangan, papan, tetapi juga kesehatan dan pendidikan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan kemiskinan.

Menurutnya, pendekatan terpadu perlu dilakukan agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan. Perbaikan rumah, pemenuhan kebutuhan pangan, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan harus berjalan secara simultan.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jawa Tengah telah memperbaiki sebanyak 17.000 rumah tidak layak huni pada 2025. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.

Di sektor kesehatan, Pemprov juga menjalankan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menyasar desa-desa. Program ini bertujuan memberikan akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat yang selama ini sulit menjangkaunya.

Luthfi menyebut, banyak masyarakat desa yang belum pernah mendapatkan layanan dokter spesialis. Karena itu, kehadiran program Speling diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan tersebut.

Selain itu, Gubernur juga meminta Kadin mengoptimalkan pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dana CSR diharapkan dapat difokuskan untuk membantu masyarakat miskin ekstrem di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“CSR-nya digunakan untuk membantu yang miskin ekstrem di wilayah kita. Kalau tidak kita keroyok bersama, Jawa Tengah akan berjalan di tempat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung program pemerintah. Kadin berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendorong percepatan pengentasan kemiskinan di daerah.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat berjalan semakin kuat dan efektif. Dengan sinergi tersebut, upaya menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah diharapkan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....