Transformasi Digital, RSUD dr Tjitrowardijo Hadirkan Inovasi Layanan Pasien
- 16 Apr 2026 18:23 WIB
- Semarang
RRI CO ID, Purworejo - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan RSUD dr. Tjitrowardijo terus berinovasi dengan meluncurkan beragam layanan digital. Peluncuran tersebut berlangsung dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Auditorium RSUD dr. Tjitrowardojo, Kabupaten Purworejo, pada Kamis, 16 April 2026.
Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin menyampaikan, bahwa transformasi digital menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien. “Melalui inovasi ini, kami ingin memastikan pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, efektif, dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Tolkha mengungkapkan, RSUD mempunyai sejumlah inovasi unggulan berbasis digital. di antaranya Tjitra Mobile, aplikasi layanan resmi rumah sakit yang memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan secara daring.
Selain itu, terdapat Sinar Neon (Sistem Informasi Hand Over Neonatus) yang mendukung keselamatan bayi melalui sistem serah terima terintegrasi, Sigab Nifas, sistem informasi untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses handover ibu nifas. Hal ini guna menjamin kesinambungan pelayanan yang aman dan berkualitas
Inovasi lain, yaitu Simonika (Sistem Monitoring Notifikasi Jadwal Kemoterapi) dengan tagline “Arjuna Menyatakan Harapan”. "Inovasi ini membantu pasien memantau jadwal kemoterapi secara tepat waktu," ujarnya.
Dijelaskannya, melalui layanan Sapa Pasien Bima, rumah sakit memberikan tindak lanjut kepada pasien melalui WhatsApp dalam waktu 48 jam setelah pasien pulang, sebagai bentuk perhatian berkelanjutan. "Sementara itu, inovasi Berlian (Bermain untuk Pemulihan dan Kesembuhan Anak) menghadirkan pendekatan pemulihan anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan," kata dr. Tolkha.
Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat komunikasi dua arah. Baik antara rumah sakit dengan masyarakat, pemangku kepentingan, maupun mitra kerja. Forum ini dihadiri berbagai unsur. Mulai dari masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, media, hingga organisasi kemasyarakatan.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....