Cegah Penyakit Ternak, Layanan Kesehatan Hewan Digeber Jelang Iduladha

  • 15 Apr 2026 20:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan layanan kesehatan hewan keliling (healing) guna mencegah penyebaran penyakit ternak menjelang Iduladha. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Rabu, 15 April 2026. Ia menekankan pentingnya pengawasan kesehatan ternak di tengah tingginya populasi hewan di wilayahnya.

Berdasarkan data, populasi ternak di Jawa Tengah mencapai lebih dari 6,3 juta ekor. Jumlah tersebut mencakup sapi potong, kerbau, kambing, dan domba yang menjadi sumber utama kebutuhan hewan kurban yang diperkirakan mencapai sekitar 593 ribu ekor tahun ini.

"Hari ini sudah kita lakukan pengecekan karena sebentar lagi adalah iduladha. Populasi di Jawa Tengah itu 6,3 juta hewan. Artinya besar sekali," kata Ahmad Luthfi usai peninjauan layanan Healing.

Program Healing menjadi salah satu strategi utama dalam pengendalian penyakit. Program ini melengkapi layanan Puskeswan yang telah tersedia di seluruh kabupaten/kota.

Melalui layanan tersebut, peternak dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga vaksinasi secara langsung di lokasi. Pendekatan ini memudahkan peternak, khususnya di wilayah pedesaan, dalam mengakses layanan kesehatan hewan.

Tenaga medis hewan diterjunkan langsung untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Selain itu, layanan ini juga mencakup pemeriksaan kebuntingan serta deteksi dini penyakit, dengan prioritas penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sejak diluncurkan pada Februari 2026, program ini dinilai efektif menekan penyebaran penyakit hewan. Hingga pertengahan April, kasus PMK di Jawa Tengah tercatat sangat minim hanya 10 kasus.

"Itu sudah terdeteksi. Sudah diobati," kata Ahmad Luthfi.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan selain upaya jemput bola itu, menjelang Iduladha, pengawasan juga diperketat di jalur masuk ternak. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya hewan yang berpotensi membawa penyakit dari luar daerah.

"Di perbatasan kita punya pos lalu lintas ternak. Ini untuk mengontrol agar hewan yang masuk ke Jawa Tengah tidak membawa penyakit," katanya.

Sementara itu, peternak di Desa Krikilan, Agus Kiswoyo, berharap layanan kesehatan hewan keliling dapat terus dilakukan secara rutin untuk melindungi ternaknya. Sebab, pengalaman wabah PMK sebelumnya telah memberikan dampak besar bagi peternak.

"Tahun 2024 dan 2025 kemarin tertinggi untuk PMK di sini. Hampir sisa 50% saja hewan ternak karena penyakit itu. Saya berharap program ini bisa lebih sering dilakukan," kata peternak yang berpindah dari penggemukan sapi menjadi pembibitan sapi sejak terserang PMK beberapa tahun lalu

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....