Perlindungan Perempuan-Anak di Juwiring Menguat, UNICEF Berikan Apresiasi
- 15 Apr 2026 17:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Klaten – Upaya perlindungan perempuan dan anak di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini terlihat dari kinerja Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Puspa Juwiring yang mendapat perhatian dalam kunjungan UNICEF Indonesia bersama Lembaga Perlindungan Anak Klaten, Rabu 15 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Juwiring tersebut dihadiri oleh Child Protection Specialist UNICEF Indonesia, Astrid Gonzaga Dionisio, serta diikuti 65 peserta dari berbagai unsur lembaga. Kunjungan ini bertujuan meninjau sekaligus memperkuat implementasi program SAFE4C, yang berfokus pada sistem perlindungan anak berbasis komunitas.
Dalam kunjungan tersebut, RPPA Puspa Juwiring menjadi sorotan utama melalui layanan konseling yang telah berjalan aktif. Layanan ini dinilai mampu menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak untuk menyampaikan pengaduan, mendapatkan pendampingan, serta akses rujukan penanganan kasus.
Selain layanan konseling, RPPA Puspa juga menunjukkan perannya sebagai pusat koordinasi berbagai elemen perlindungan, mulai dari pemerintah kecamatan, forum anak, hingga kelompok masyarakat. Kolaborasi ini memperkuat sistem penanganan kasus yang lebih cepat, terintegrasi, dan responsif.
Astrid Gonzaga Dionisio menilai, dinamika perlindungan anak dan perempuan saat ini membutuhkan pendekatan yang adaptif. “Saya belajar dari tarian payung bahwa dalam perlindungan anak dan perempuan, situasi yang dihadapi sangat beragam saat ini,” ujarnya dalam sesi dialog.
Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Juwiring menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran RPPA Puspa sebagai garda terdepan perlindungan di tingkat lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan layanan, peningkatan kapasitas, serta kebijakan yang berpihak pada pemenuhan hak anak.
“Melalui penguatan RPPA dan layanan pendukung lainnya, kami terus berupaya memastikan hak anak terpenuhi. Saat ini Juwiring telah menjadi kecamatan layak anak,” ujar Camat Juwiring, Nindyarini Budi Wardhani.
Keberhasilan RPPA Puspa juga tidak lepas dari dukungan program SAFE4C. Hal itu telah berjalan sejak 2021.
Salah satu desa dampingan, yakni Desa Pundungan, mencatat peningkatan signifikan dalam partisipasi masyarakat, penguatan mekanisme rujukan kasus, serta akses layanan perlindungan di tingkat desa. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan RPPA mampu menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa RPPA Puspa Juwiring telah berkembang menjadi model praktik baik dalam perlindungan perempuan dan anak di tingkat kecamatan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....