Pemkab Kendal Lanjutkan Penyaluran Bantuan Beras dan Minyak Goreng ke Masyarakat
- 15 Apr 2026 15:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Kendal melanjutkan kembali penyaluran bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat. Sebelumnya, bantuan pangan ini sudah disalurkan di beberapa desa pada Maret 2026 menjelang Idulfitri.
Penyaluran bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan. Tiap penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, sehingga masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penyaluran ini merupakan bagian dari program bantuan pangan Pemerintah Kabupaten Kendal yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat. "Bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari," katanya, Selasa, 14 April 2026.
Menurut Bupati Kendal, bantuan beras dan minyak goreng ini bisa untuk mengurangi beban kebutuhan pokok. Uang yang tadinya untuk membeli beras dan minyak bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Program ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. "Penyaluran bantuan pangan ini juga untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokan tetap lancar," ujarnya.
Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal mencatat, jumlah keseluruhan bantuan pangan di Kabupaten Kendal tahun 2026 disalurkan kepada 120.700 penerima manfaat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan penerima manfaat pada tahun lalu yang hanya sekitar 68.000 orang penerima manfaat.
Kepala Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Abdul Latif mengatakan, pihak desa sudah berupaya menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran. Namun, masih ada laporan dari warga yang merasa berhak menerima, tetapi tidak mendapatkan bantuan.
Ia menjelaskan, hal itu lantaran kondisi seseorang bisa berubah, sehingga tidak setiap tahun masuk data penerima manfaat. "Pemerintah desa hanya menyalurkan saja, intinya kami sudah berupaya supaya bantuan ini tepat sasaran," ujarnya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....