Anak Lebih Banyak Curhat ke AI, Pemprov Jateng Dorong Kembali Fungsi Keluarga

  • 15 Apr 2026 15:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Fenomena pergeseran pola komunikasi anak menjadi perhatian serius. Saat ini, anak-anak cenderung lebih banyak mencurahkan masalah kepada teman atau bahkan artificial intelligence(AI) atau kecerdasan buatan, dibandingkan keluarga.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan kondisi tersebut menjadi tantangan baru dalam pembangunan keluarga. Ia menilai, melemahnya komunikasi dalam keluarga dapat berdampak pada berbagai persoalan sosial yang lebih luas.

Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 di Semarang, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat peran keluarga di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks di era digital.

“Kemarin DP3AKB itu mengadakan survei, kalau ada masalah itu, dia curhatnya ke siapa, ternyata banyak curhatnya ke temannya, bahkan ke AI. Tidak ke keluarga, tidak ke bapak ibunya, ini kan kita prihatin,” ujarnya.

Sumarno menambahkan, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan individu. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali membangun komunikasi yang hangat di dalam keluarga dengan mengurangi ketergantungan pada gawai.

“Dengan program ini kita kembali keluarga bahwa mari kumpul keluarga, letakkan gadget, ngobrol dan sebagainya. Ini sesuatu yang sangat penting untuk membangun keluarga yang bahagia,” ucapnya.

Melalui Rakorda ini, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menyamakan langkah dalam memperkuat pembangunan keluarga. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....