Insan Pers Perlu Perkuat Narasi dan Diksi Positif Buat Edukasi Masyarakat

  • 15 Apr 2026 04:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Digital (Komdigi) Jawa Tengah Agung Hariyadi mengajak insan pers untuk memperkuat narasi-narasi dan diksi positif serta akurat dalam upaya mengedukasi masyarakat. Pers diminta mampu berperan menjernihkan persoalan yang mengemuka, sehingga masyarakat punya persepsi sama.

Agung menyampaikan hal tersebut, saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar PWI Provinsi Jawa Tengah di Gedung Pers Jateng, Semarang, Selasa 14 April 2026. ''Yang namanya persepsi itu kadang beda-beda. Apa yang kita lakukan, orang lain akan selalu memiliki celah untuk mengkritiknya,” kata Agung.

Ia mengaku sering mengambil contoh kisah klasik anak, ayah, dan seekor kuda. Kalau ayahnya yang naik, dan anaknya menuntun kuda, persepsi orang menganggapnya tak sayang anak.

"Demikian sebaliknya si anak dinilai kurang ajar kalau ayahnya yang menuntun kuda. Begitu dua-duanya tak naik, komentarnya nduwe jaran kok ora ditumpaki,'' ucap Agung yang hadir sekaligus mewakili Sekda Jateng Sumarno.

Dia berharap, jalinan kemitraan antara PWI dan Komdigi Jateng terus berkelanjutan. Apalagi sejumlah kegiatan peningkatan SDM wartawan juga sering dilakukan. Halalbihalal dihadiri Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana bersama jajaran pengurus, pengurus Dewan Kehormatan PWI, halalbihalal bertajuk ''Like Maaf, Share Manfaat'' yang dipandu Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Alkomari, serta wartawan senior.

Suasana hahalbihalal makin hangat dan guyub, dengan hadirnya para wartawan senior, di antaranya mantan Ketua PWI Jateng Soetjipto. Tak ketinggalan hadir juga Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jateng Umy Rokhafifa bersama anggota.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Setiawan Hendra Kelana menyampaikan terima kasih atas dukungan keluarga besar PWI, khususnya para wartawan senior. Dia masih ingat, bagaimana mereka selalu memberikan wejangan dan warisan-warisan untuk memelihara organisasi PWI agar tetap memiliki marwah dan martabat dalam menjalankan tugas profesi.

Menurut Iwan, sapaan akrabnya, wartawan itu sesungguhnya punya tanggung jawab menjalankan tugas amar ma’ruf nahi munkar. Pada 2023 PWI di era kepemimpinan Amir Machmud NS pernah mengusung tema halalbihalal ''Ojo Nekat, Ojo Kumat'', maka bisa diibaratkan sebagai tugas nahi munkar. Adapun tahun ini dipilih ''Like Maaf, Share Manfaat'', ibarat merealisasikan tugas amar ma’ruf. Harapannya, rekan-rekan wartawan menyukai tradisi saling memaafkan, serta getol dalam membagi kebaikan dan manfaat kepada masyarakat.

''Semoga halalbihalal ini makin meningkatan ikatan persaudaraan kita, kekompakan kita, kekeluargaan kita. Maturnuwun semuanya. Semoga acara ini memberikan keberkahan dan kebaikan bukan hanya bagi wartawan, tapi seluruh mitra yang selama sangat respek kepada PWI,'' ujar Iwan.

Puncaknya, Gus Ahmad Mundzir (Direktur NU Online Institute) dalam tausiahnya memberikan legitimasi spiritual bagi profesi wartawan. Merujuk pada Surat An-Naba, ia menyebut bahwa tugas pembawa berita adalah tugas mulia yang juga dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Nabi membawa berita penting untuk menjawab isu-isu viral di Makkah kala itu. Pers hari ini punya peran serupa: menjawab kegelisahan publik dengan kebenaran," pungkas Gus Mundzir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....