Jelang May Day, Polda Jateng Siapkan Pengamanan Humanis
- 14 Apr 2026 09:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Polda Jawa Tengah memperkuat kesiapan pengamanan dengan pendekatan humanis melalui Latihan Kesiapan Satuan di Gedung Borobudur, Senin, 13 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi buruh berlangsung aman, tertib, dan tetap menghormati hak demokrasi.
Sebanyak 372 personel dari berbagai fungsi operasional di tingkat Polres jajaran mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri dari Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, hingga Kasi Humas dan Kasi Propam, yang disiapkan untuk menghadapi dinamika aksi unjuk rasa secara profesional.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan. Ia menyebut, kehadiran Polri bukan untuk membatasi, melainkan memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman.
Menurut Kapolda, peringatan May Day tahun ini diperkirakan akan diwarnai sejumlah isu strategis, seperti ketenagakerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, seluruh personel diminta memahami situasi dan mampu bertindak sesuai eskalasi di lapangan.
“Pastikan setiap tindakan dilakukan secara profesional. Sesuai dengan eskalasi yang dihadapi serta layani dengan humanis,” ucapnya.
Selain itu, Kapolda mendorong jajaran untuk terus melakukan evaluasi melalui proses assessment guna meminimalkan potensi kesalahan di lapangan. Pendekatan pencegahan juga diperkuat melalui strategi community policing (Polmas) dan optimalisasi cooling system bersama elemen masyarakat.
Sinergi dengan tokoh masyarakat, buruh, pelaku usaha, hingga komunitas dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Hal ini sekaligus memperkuat upaya menciptakan suasana kondusif selama peringatan May Day.
Materi pelatihan disusun secara komprehensif, mencakup penegakan hukum terhadap potensi aksi anarkis, teknik negosiasi, pengendalian massa, manajemen media, serta pemenuhan hak asasi manusia. Pembekalan juga diberikan terkait penanganan aksi yang melibatkan perempuan dan anak sebagai kelompok rentan.
Sementara, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan, pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap, seluruh personel tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan dan empati dalam menjalankan tugas.
“Melalui pelatihan ini, kami memastikan setiap personel mampu bertugas secara profesional dan humanis. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....