Viral Parkir Kota Lama Mahal, Dishub Ingin Pelaku Juru Parkir Liar Minta Maaf

  • 13 Apr 2026 21:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, langsung bergerak melakukan penelusuran pasca viralnya video juru parkir (jukir) di Kawasan Kota Lama yang menarik uang parkir Rp 40 ribu di media sosial. Saat ini tiga orang sudah diamankan Polsek Semarang Tengah yakni Rafis Firmansyah, Susanto alias Kuncung dan Wahyu Abdulsari.

Mereka dimintai keterangan dan mengakui perbuatan, menarik parkir yang tidak sesuai ketentuan. Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang, Andreas Catur Ady Kristianto, memastikan area parkir di sekitar restoran Pring Sewu atau lokasi yang ramai diperbincangkan tidak termasuk titik resmi.

Ia menegaskan praktik penarikan tarif di lokasi tersebut dilakukan oleh jukir liar di luar pengawasan pemerintah. Titik itu parkir liar, jukirnya tidak resmi.

"Untuk kawasan Kota Lama, parkir yang dikelola swasta hanya titik-titik tertentu. Jukir liar itu juga sudah diamankan ke Polsek Semarang Tengah. Kami ingin jukir tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media sosial karena telah menarik retribusi di luar ketentuan," katanya, Senin 13 April 2026.

Pihaknya juga menyayangkan, kejadian serupa kembali terjadi. Padahal sudah ada beberapa titik parkir resmi milik swasta yang ada di Kawasan Kota Lama, misalnya di belakang DMZ dan Metro Point. Dishub akan melakukan penambahan untuk rambu –rambu parkir agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Nanti akan kita tambah rambu larangan parkir dan tempat parkir yang resmi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tandasnya. Selain parkir resmi milik swasta, ada beberapa ruas jalan yang bisa digunakan parkir insidentil misalnya saat hari Jumat, Sabtu ataupun Minggu di sekitar K3 Mart dan beberapa titik lainnya.

Di tempat ini pula, Dishub juga akan memasang pengumuman terkait tarif retribusi sesuai Perwal. “Nanti kita juga akan lakukan pembinaan dan pengawasan, kasus seperti ini memang sering terjadi. Jadi kita wanti-wanti wisatawan untuk parkir di tempat yang resmi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....