Jalan Gombel Lama Semarang Diperbaiki, Begini Rekayasa Arus Lalu Lintasnya

  • 13 Apr 2026 13:52 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Tengah–DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas jelang pengerjaan Jalan Nasional di kawasan Turunan Gombel Lama. Proyek perbaikan dijadwalkan mulai 24 April 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga tujuh bulan.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi mengatakan, sebagai ujicoba, arus lalu lintas akan dialihkan mulai 20 April 2026, dengan membagi Jalan Gombel Baru menjadi jalur dua arah. Setelah ujicoba, rekayasa arus lalu lintas akan dilaksanakan penuh pada 24 April 2026.

“Lebar jalan Gombel Baru sekitar 10,5 meter, antinya akan dibagi dua lajur dari bawah dan satu lajur dari atas. Prioritas diberikan dari arah bawah untuk mengantisipasi kendaraan mogok,” ujarnya usai rapat koordinasi di Kantor Balai PJN Srondol, Senin, 13 April 2026.

Rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan selama 24 jam, dengan perhatian khusus pada jam sibuk pagi dan sore hari. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan.

Pengendara dari arah bawah disarankan masuk tol melalui Gerbang Tol Jatingaleh, sementara dari arah atas bisa melalui Gerbang Tol Srondol. Bagi warga Tembalang dan sekitar Universitas Diponegoro, disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Undip menuju Jalan Wahidin.

Sementara, kendaraan roda dua tetap dapat melintas di jalur Gombel Lama, dengan pengaturan tertentu. Untuk kendaraan angkutan barang, petugas menegaskan penggunaan jalur tol dan tidak melintas di kawasan tersebut selama proyek berlangsung.

Selain itu, petugas juga menyiapkan rambu-rambu, baliho informasi, serta pembatas jalan untuk mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas. Simulasi akan dilakukan sebelum penerapan guna memastikan efektivitas pengaturan di lapangan.

“Pasti ada dampak kemacetan, tapi ini untuk perbaikan jangka panjang. Kami harap masyarakat bisa bekerja sama dan mengikuti rekayasa yang sudah disiapkan,” ucap AKBP Yunaldi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....