Arifah Choiri Fauzi Ajak Muslimat NU Perkuat Peran Perempuan Menjaga Peradaban

  • 11 Apr 2026 17:07 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi mengajak seluruh anggota Muslimat NU, menjadikan momen Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU sebagai tonggak sejarah pengabdian perempuan dalam menjaga peradaban. Tema harlah “Merawat Tradisi Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban” ini dinilai sangat relevan dengan kondisi global dan nasional.

“Ini merupakan cermin jati diri Muslimat NU sebagai penjaga nilai-nilai ke-Islaman yang Rahmatan Lil Alamin sekaligus sebagai penggerak perubahan sosial yang inklusif dan berkeadalian. Merawat tradisi berarti menjaga warisan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah an nahdiyah,” kata Arifah yang juga merupakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam Harlah ke-80 dan Halal Bihalal Muslimat NU di UTC Convention Hotel Semarang, Sabtu 11 April 2026.

Ia menerangkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah an nahdiyah yaitu Tawassuth (moderat), Tasamuh (toleran), Tawazun (seimbang) dan I’tidal (adil). Menguatkan kemandirian menurunya merupakan ikhtiar dalam memastikan perempuan dan anak tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang berdaya ekonomi, sosial dan spiritual.

“Muslimat NU telah menunjukan peran strategisnya dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, pendidikan anak dan penguatan ketahanan keluarga. Meneduhkan peradaban adalah panggilan untuk menghadirkan Islam yang membawa perdamaian, memperkuat persatuan, serta menjadi solusi berbagai krisis kemanusiaan,” ujarnya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 jelas Arifah, populasi perempuan Indonesia saat ini berada diposisi 49,6% dan anak-anak diposisi 29,5%. Artinya, hampir 75% penduduk Indonesia adalah perempuan dan anak-anak.

“Artinya juga bahwa perempuan dan anak mempunyai peran yang sangat penting dan strategis untuk Indonesia kedepan. Peran yang sangat penting ini adalah bahwa perempuan adalah pendidikan pertama dalam keluarga,” jelasnnya.

Ia menegaskan, dari tangan-tangan perempuanlah nilai-nilai kasih sayang, toleransi dan cinta damai ditanamkan kepada generasi penerus bangsa. Dalam kesempatan ini ia juga menerangkan, bahwa inagurasi paralegal Muslimat NU yang diawali di Jawa Timur yang kemudian ke Jawa Tengah ini, akan diteruskan ke daerah lain.

Arifah menjelaskan, keberadaan paralegal Muslimat NU ini menunjukan kehadiran nyata Musilmat NU di Tengah masyarakat. “Peran ini tidak semata-mata bersifat hukum, tetapi juga sosial, kemanusiaan karena dijalankan dengan empati nilai keagaman dan nilai kearifan lokal,” terangnya.

Menurut dia, peran nyata Muslimat NU juga diperkuat dengan keberadaan Asosiasi Profesor Muslimat NU yang mendapatkan penghargaan rekor MURI, sebagai organisasi perempuan dengan jumlah professor terbanyak.

Hadir dalam Harlah ke-80 dan Halal Bihalal Muslimat NU ini, Ketua Dewan Pembina Muslimat NU Khofifat Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Kemudian, lebih dari 3.500 anggota Muslimat NU dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....