Pemkot Pekalongan Terapkan Tes Akademik SD hingga SMP, Petakan Kemampuan Siswa

  • 08 Apr 2026 15:12 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • TKA Jadi Pemetaan Akademik Siswa SD hingga SMP di Kota Pekalongan
  • Tes Kompetensi Akhir (TKA)
  • Pendidikan Kota Pekalongan
  • Dinas Pendidikan Kota Pekalongan

RRI.CO.ID, Pekalongan — Pemerintah Kota Pekalongan mulai menerapkan tes akademik sebagai instrumen pemetaan kemampuan siswa. Program ini diberlakukan sejak April 2026 untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Kepala Dinas Pendidikan(Dindik) Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan tes ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis data. Pada tahun pertama pelaksanaan, tes difokuskan pada dua mata pelajaran, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.

“Ini kan baru awal ya, baru tahun pertama untuk jenjang SD dan SMP sederajat yang menjadi kewenangan Dindik Kota Pekalongan. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan mata pelajaran,” ujarnya, Rabu, April 2026.

Pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah. Hal ini menyesuaikan dengan ketersediaan sarana prasarana, terutama perangkat komputer.

“Pelaksanaannya nanti mulai tanggal 6 sampai 30 April karena keterbatasan perangkat komputer, jumlah peserta dan sesi diatur oleh sekolah. Ada yang membutuhkan waktu 4 hari, 6 hari, bahkan sampai 8 hari,” ucapnya.

Tes ini diperuntukkan bagi siswa kelas akhir, yakni kelas VI sekolah dasar dan kelas IX sekolah menengah pertama. Sementara, untuk jenjang sekolah menengah atas, pelaksanaan tes telah dilakukan lebih dahulu secara nasional.

Mabruri menegaskan bahwa tes ini merupakan program nasional dengan jadwal seragam di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya di Kota Pekalongan mengikuti ketentuan dari pemerintah pusat.

Meski demikian, hasil tes tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Tes hanya dilakukan satu kali dan digunakan sebagai alat ukur kemampuan akademik.

“Karena tidak mempengaruhi kelulusan, berapapun nilainya hanya satu kali tes. Nantinya lebih berkontribusi pada jalur SPMB prestasi,” jelasnya.

Salah satu sekolah yang telah melaksanakan tes ini adalah SMP Salafiyah Kota Pekalongan. Kegiatan berlangsung pada 6 hingga 9 April 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 229 siswa kelas IX.

Kepala SMP Salafiyah, Qurrotul Aini, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai tes ini dapat membantu pemetaan kemampuan siswa secara lebih akurat.

“Kami menyambut baik TKA sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan. Melalui TKA, kemampuan akademik siswa dapat terpetakan dengan lebih jelas sehingga pembinaan bisa lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia juga mengajak siswa menjadikan tes sebagai motivasi belajar. “Kami mengajak siswa menjadikan TKA sebagai motivasi untuk belajar dan mengembangkan potensi diri, bukan sebagai beban,” katanya.

Dengan penerapan tes akademik ini, diharapkan kualitas pembelajaran di Kota Pekalongan semakin meningkat. Hasil pemetaan akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....