Halo RRI : Harga Plastik Melonjak, Pedagang Terpaksa Naikkan Harga Jual

  • 08 Apr 2026 08:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang : Lonjakan harga biji plastik hingga 100 persen per April 2026 mulai berdampak langsung pada kenaikan harga berbagai produk berbahan plastik. Kondisi ini dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah dan kini mulai dikeluhkan para pedagang kecil karena biaya operasional yang meningkat tajam.

Salah satu pedagang es teh jumbo, Iva, mengaku merasakan kenaikan signifikan pada harga cup plastik yang biasa digunakan. “Dulu sekitar Rp15 ribu, sekarang jadi Rp23 ribu, bahkan ada yang sampai Rp26 ribu di toko lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sehari bisa membeli hingga empat slop cup ukuran 22 oz, belum termasuk ukuran lain seperti 18 oz dan 10 oz. Selain itu, harga kantong plastik yang sebelumnya Rp4 ribu kini naik menjadi Rp8 ribu, sehingga total kebutuhan kemasan semakin membebani usahanya.

Akibat kenaikan tersebut, Iva terpaksa menyesuaikan harga jual produknya. “Keuntungan jadi berkurang, jadi saya naikkan harga es teh dari Rp3 ribu menjadi Rp4 ribu,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Martini, pedagang cilok, yang merasakan lonjakan harga plastik hingga dua kali lipat. Ia menyebut harga plastik per pack yang sebelumnya Rp5 ribu kini menjadi Rp10 ribu.

“Sehari bisa habis enam pack, jadi tambahan biaya sekitar Rp30 ribu hanya untuk plastik saja. Akhirnya keuntungan makin tipis,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Halo RRI, harga berbagai jenis plastik dilaporkan naik antara 50 hingga 100 persen dibandingkan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi hampir pada seluruh jenis produk, mulai dari kemasan, kantong belanja, hingga gelas cup.

Sementara itu, penjual plastik, Yanto, mengungkapkan kenaikan juga terjadi pada produk styrofoam. “Styrofoam geprek isi 100 yang sebelumnya Rp24 ribu sekarang jadi Rp34 ribu,” katanya.

Meski harga terus meningkat, Yanto menyebut permintaan plastik dari pelaku usaha tetap stabil. Hal ini menunjukkan ketergantungan pelaku usaha kecil terhadap bahan kemasan plastik masih sangat tinggi.

Merespon fenomena itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, July Emmylia mengakui kenaikan harga plastik sudah menjadi atensinya. "Kalau keluhan secara ee resmi ke kami belum ada. Cuma memang kami mau sudah meng-capture itu ya, sudah meng-capture apa namanya itu kenaikan harga plastik dan seterusnya," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....