Pedagang Menjerit, Harga Plastik Naik hingga 100 Persen
- 08 Apr 2026 07:26 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Harga plastik naik dua kali lipat
- Pedagang keluhkan harga plastik yang naik 100 persen
RRI.CO.ID, Pekalongan – Para pedagang di Kabupaten Pekalongan mengeluhkan naiknya harga plastik yang melambung tinggi hingga mencapai 100 persen. Kondisi yang memberatkan ini mulai dirasakan para pedagang tak lama usai perayaan Hari Raya Idulfitri 2026.
Lonjakan harga plastik yang mencapai kisaran 50 hingga 100 persen ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi para pelaku usaha kecil yang bergantung sepenuhnya pada bahan kemasan tersebut. Namun demikian, sejumlah pedagang plastik di Pasar Induk Kajen, Kabupaten Pekalongan, terpantau masih tetap melayani pembeli di tengah kenaikan harga yang signifikan ini.
Salah satu pedagang plastik di Pasar Induk Kajen, Tawilah, mengatakan hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga pasca Lebaran. Ia menyebut tren kenaikan ini terjadi secara mendadak dalam waktu yang relatif singkat.
“Ya, betul harga plastik naik drastis. Naiknya sampai 50 persen, naik sejak dua hari setelah lebaran Idulfitri sampai sekarang," terangnya saat ditemui di sela-sela aktivitas berdagang, Rabu, 8 April 2026.
Ia merinci secara detail, plastik jenis PP ukuran satu kilogram yang sebelumnya dijual Rp8.000 kini naik menjadi Rp16.000. Selain itu, plastik owol ukuran seperempat kilogram juga mengalami kenaikan dari Rp5.000 menjadi Rp7.000, bahkan harga kertas nasi pun melonjak dari Rp10.000 menjadi lebih dari Rp22.000.
“Yang naik juga selain plastik, kertas minyak juga naik dan plastik cup buat es,” jelasnya.
Menurut Tawilah, awalnya kenaikan harga hanya terjadi secara tipis, namun kemudian melonjak hingga total kenaikan mencapai dua kali lipat. Meski tidak berdampak pada penurunan jumlah pembeli secara drastis, kondisi ini tetap dirasakan sangat berat oleh masyarakat menengah ke bawah.
“Meresahkan orang kecil. Semua kan pakai plastik, dari kecap sampai kemasannya juga plastik, jadi ikut naik semua,” ujarnya
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sri Harti, seorang pedagang es di foodcourt Kajen yang merasakan dampak langsung terhadap modal usahanya. Ia mengungkapkan bahwa seluruh jenis plastik yang digunakan untuk menunjang usahanya mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan.
Harga plastik cup yang sebelumnya hanya Rp14.000 per lonjor kini melesat menjadi Rp22.500. Sementara itu, plastik PP naik dari Rp28.000 menjadi Rp51.000 per kilogram, serta plastik owolan yang melonjak dari Rp24.000 menjadi Rp42.000. “Semuanya naik," tegasnya
Meski demikian, Sri mengaku belum menaikkan harga jual produknya karena mempertimbangkan daya beli konsumen. “Kita tetap jualan, untungnya jadi tipis. Mau dinaikkan kasihan pembeli, tapi kalau enggak dinaikkan, kita juga enggak bisa belanja lagi,” ungkapnya.
Ia menyebut kenaikan harga terjadi sangat cepat, bahkan hanya dua hari setelah Lebaran. “Saya beli itu dua hari setelah Lebaran, langsung naik. Dari Rp28.000 langsung jadi Rp52.000,” jelasnya.
Sri berharap harga plastik dapat segera kembali stabil agar pedagang kecil tidak semakin terhimpit. “Harapannya ya diturunin, biar pedagang kecil bisa jualan enak. Jangan kayak sekarang, serba susah. Pokoknya tolonglah harga distabilkan biar kita bisa jalan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....