Wagub Jateng Asesmen Dampak Banjir Demak, Rumah Rusak Diperbaiki
- 07 Apr 2026 15:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat melakukan asesmen dampak banjir yang melanda Kabupaten Demak. Fokus penanganan tidak hanya pada masa darurat, tetapi juga pemulihan rumah warga yang terdampak.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa pendataan kerusakan telah dilakukan untuk menentukan langkah perbaikan. Pemerintah kini memetakan kebutuhan secara rinci agar penanganan bisa dilakukan secara terukur.
“Sudah kita asesmen . Tinggal kita petakan lagi secara detail dan hitung kebutuhannya,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak di Demak, Selasa 7 April 2026.
Ia menekankan, penanganan tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat menjadi kunci percepatan pemulihan.
Pemprov Jateng pun menggandeng berbagai pihak untuk mendukung proses tersebut. Sumber pendanaan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga lembaga seperti Baznas dan PMI.
Tenaga perbaikan juga diperkuat dengan melibatkan relawan dari organisasi kemasyarakatan. “Kami sudah komunikasi dengan Ansor, Banser siap membantu tenaga untuk perbaikan rumah warga,” jelasnya.
Adapun, dalam kesempatan itu bantuan mulai disalurkan untuk meringankan beban warga terdampak. Di antaranya program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), paket sembako, serta bantuan dana dari PMI Jawa Tengah.
Warga pun mulai merasakan dampak positif dari kehadiran bantuan tersebut. Ma’arif (39), salah satu korban banjir, menyebut kondisi perlahan membaik dibanding saat awal kejadian.
“Alhamdulillah bantuan sudah mulai terasa. Dari makanan, listrik, air bersih, hingga pembersihan lumpur,” ungkapnya.
Ia menyebut rumah miliknya mengalami kerusakan sekitar 40 persen, sementara rumah orang tuanya hanyut terbawa arus. Kerugian semakin besar karena banyak barang tidak sempat diselamatkan.
Selain perbaikan rumah, warga juga membutuhkan bantuan untuk membersihkan puing bangunan yang tertimbun lumpur. Upaya ini penting agar proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat.
Diketahui, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di beberapa titik pada awal April 2026 yang menyebabkan air merendam permukiman di sembilan desa di empat kecamatan. Sebanyak 5.148 jiwa terdampak dan ribuan warga sempat mengungsi.
Meski air mulai surut, perbaikan tanggul masih terus dilakukan untuk mencegah banjir susulan. Pemerintah juga melakukan langkah darurat untuk menutup titik tanggul yang masih rawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....